Gedung Disegel Sepihak, Siswa SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Terlantar
PAMEKASAN • Situasi di SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memanas setelah gedung sekolah disegel secara sepihak sejak Senin (11/5/2026).
Konflik internal yayasan ini berdampak serius bagi ratusan siswa, menyusul dugaan penyegelan yang dilakukan oleh oknum berinisial AN.
AN diketahui merupakan mantan bendahara sekaligus mantan ketua yayasan, yang juga tercatat sebagai alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya.
Kepala SMK Kesehatan Nusantara, Ahmad Mahfud, memastikan bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terpaksa dialihkan sepenuhnya secara daring (online).
Menurutnya, langkah darurat ini diambil demi menjamin keselamatan siswa di tengah situasi yang kian menegang.
“Akibat penyegelan tersebut, untuk sementara waktu KBM kami laksanakan secara daring,” ujar Mahfud, Kamis (14/5/2026).
Ia menegaskan, komitmen sekolah agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi meski dalam kondisi krisis.
Menurut Mahfud, pihak yang melakukan penyegelan mengklaim lahan sekolah sebagai milik pribadi.
Namun, ia menyanggah legalitas tindakan tersebut, karena oknum bersangkutan sudah tidak lagi menjabat dalam struktur yayasan yang menaungi sekolah.
Kericuhan ini semakin memprihatinkan, setelah muncul laporan adanya empat siswa asrama yang sempat terkurung di dalam area sekolah saat penyegelan berlangsung.
“Mereka mengaku ketakutan hingga menangis. Untuk bisa keluar dari area sekolah, mereka terpaksa harus melompati pagar,” tambah Mahfud.
Hingga saat ini, pihak sekolah mengaku telah mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan, namun upaya mediasi tersebut belum membuahkan titik terang.
Akibatnya, stabilitas pendidikan bagi ratusan siswa dan tenaga pengajar kini terancam oleh konflik yang berlarut-larut.
Sebagai langkah tegas, pihak sekolah berencana membawa persoalan ini ke ranah hukum dan memohon atensi serius dari pemerintah daerah.
Mereka mendesak Pemkab serta DPRD Pamekasan untuk segera memfasilitasi audiensi guna mencari solusi terbaik demi masa depan para siswa. [mms]


