SAMPANG • Kabupaten Sampang segera memiliki fasilitas pendidikan monumental bagi masyarakat prasejahtera.

Gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, kini memasuki tahap penyelesaian akhir.

Gedung ini dirancang dengan kapasitas besar yang mampu menampung hingga 1.000 siswa.

Fasilitas ini menjadi terobosan baru dalam pemerataan akses pendidikan di wilayah Madura.

Menariknya, gedung baru tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi satu jenjang saja.

Layanan pendidikan yang tersedia mencakup tingkat SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan terpadu.

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan, Sampang satu-satunya daerah di Madura dengan gedung Sekolah Rakyat permanen.

Kabupaten lain seperti Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep masih berstatus rintisan.

“Untuk tahun ajaran 2026, siswa dari empat kabupaten di Madura akan dipusatkan di Sampang,” ujar Gus Ipul saat meninjau pembangunan gedung Sekolah Rakyat tersebut, Minggu (10/5) kemarin.

Ia menjelaskan, sekolah ini memiliki sistem seleksi yang sangat ketat dan unik.

“Pendaftaran tidak dibuka secara umum, melainkan melalui proses penjemputan bola oleh petugas di lapangan,” jelasnya.

Kata Gus Ipul, sasarannya keluarga paling tidak mampu yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Langkah ini untuk memastikan bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Gus Ipul menegaskan, integritas dalam pengisian kuota 1.000 siswa menjadi prioritas utama.

Segala bentuk praktik titipan atau pungutan biaya dilarang keras dalam proses seleksi.

“Kami ingin proses ini bersih. Tidak ada titipan, tidak ada kongkalikong. Praktik KKN tidak diizinkan sama sekali,” tegasnya. [hry]