KKN Kelompok 38 UTM Gelar Penyuluhan Pertanian dan Praktek Pembuatan Obat Tanaman MOL

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juli 2019 - 00:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pose bersama kelompok KKN 38 UTM usai kegiatan penyuluhan pertanian dan praktek pembuatan obat.

Pose bersama kelompok KKN 38 UTM usai kegiatan penyuluhan pertanian dan praktek pembuatan obat.

Bangkalan, (regamedianews.com) – Antusias masyarakat yang cukup banyak memadati salah satu program unggulan yang digelar Kelompok 38 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), dengan cara memanfaatkan organisme lokal sebagai obat tanaman.

Prgoram pengabdian mandiri ini telah bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kab. Bangkalan, BPP Kecamatan Klampis, Kelompok Tani Desa, serta aparatur Desa Kompol, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, dalam bentuk praktek secara langsung mengajak masyarakat setempat memanfaatkan kekayaan alam.

Baca Juga :  Ratusan Alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen Demo Kejaksaan Negeri Pamekasan

Masyarakat yang mayoritas berpenghasilan dari pertanian ini merasa mendapatkan ilmu pengetahuan dari hasil program yang di gelar dalam “Penyuluhan sekaligus Praktek Pembuatan Obat Tanaman MOL (Mikro Organisme Lokal)” tersebut, sesuai dengan tujuan program yang disampaikan oleh salah satu mahasiswa KKN 38.

Ketua Kelompok KKN 38 UTM Achmad Fauzi menyampaikan, adapun tujuan dalam program ini adalah untuk memberikan tambahan wawasan, tentang menanggulangi dan mencegah datangnya penyakit tanaman yang ada di desa ini, dengan cara pengobatan yang dapat diracik sendiri.

Baca Juga :  Kasat Reskrim Polres Sampang Dimutasi

“Selain itu juga tidak banyak mengeluarkan biaya, namun memberi manfaat yang lebih banyak, karena dalam beberapa hari yang lalu kami temukan khusnya padi yang mengandung penyakit kemerah-merahan”, terangnya.

Sehingga, lanjut Fauzi, setelah program ini terlaksana harapannya adalah bagaimana dengan kegiatan ini dapat teralisasi secara mandiri oleh masyarakat dalam jangka panjang dan berkelanjutan. (sfn/tfk)

Berita Terkait

Warga Miskin Pamekasan Luput Dari Bansos Akibat Salah Data
Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”
Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam
Buntut HET Pupuk-Hand Traktor Raib, Disperta KP Sampang Didemo
Hikmah Isra’ Mi’raj di Masjid As-Syuhada: Menata Hati Melalui Shalat dan Akhlaq
Dua Lansia di Sampang Menanti Perhatian Prioritas Pemerintah
Dandim Sumenep Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG
Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:20 WIB

Warga Miskin Pamekasan Luput Dari Bansos Akibat Salah Data

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:37 WIB

Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:24 WIB

Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:03 WIB

Buntut HET Pupuk-Hand Traktor Raib, Disperta KP Sampang Didemo

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:49 WIB

Dua Lansia di Sampang Menanti Perhatian Prioritas Pemerintah

Berita Terbaru

Caption: Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto berjabat tangan dengan Kasat Reskrim AKP Doni Setiawan, usai memberikan piagam penghargaan, (dok. Kurdi Rega Media).

Hukum&Kriminal

Sukses Tangkap Jambret Maut, Reskrim Pamekasan Diganjar Reward

Rabu, 14 Jan 2026 - 18:40 WIB

Caption: ilustrasi, (dok. Syafin Rega Media).

Daerah

Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam

Rabu, 14 Jan 2026 - 14:24 WIB