Cimahi, (regamedianews.com) – Sekitar ada 78 orang warga Cimahi pengidap penyakit Thalasemia yang sering melakukan transfusi darahnya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Hal ini diungkapkan Raden Ayu Roosye Andryani Manager Project U management.

Baca Juga kader nu ini wafat ini status menjelang ajal yang membuat terenyuh warga nu

“Kami dapatkan sumbernya, dari pasien yang berobat ke RS Hasan Sadikin, sementara untuk yang berobat ke RSUD Cibabat kami belun dapatkan infonya,” ujar Roosye disela sosialisasinya di aula kantor Kecamatan Cimahi Utara, Sabtu (1/2/2020).

Roosye menjelaskan, penyakit Thalasemia adalah kelainan darah bawaan yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal.

Pengidap penyakit ini, lanjutnya, harus diberikan perhatian khusus. Sebenarnya penyakit ini bisa terdeteksi semenjak lahir. “Jika sudah terdeksi, mereka harus transfusi darah seumur hidupnya,” jelasnya.

Tujuan sosialisasi ini, katanya, untuk memutuskan mata rantai dengan memberikan informasi terkait Thalasemia. “Sosialisasi ini sudah kami lakukan dua kali, disini dan di pendopo kantor DPRD Kota Cimahi,” tutur Roosye.

Baca Juga peran pemerintah penting sama pentingnya dengan masyarakat kawasan wisata

Namun, pihak pemerintah khususnya Dinas Kesehatan masih belum mau melirik kegiatan ini, padahal pihaknya hanya butuh dukungan saja. “Kami tidak akan meminta anggaran. Malah saya ingin merubah ‘mindset’ pihak terkait kepada kami, terkait dana,” tegas Roosye.

Sementara Ngatiyana Wakil Walikota yang turut di undang mengatakan, sosialisasi seperti ini harus terus digalakan. “Dengan banyaknya informasi tentang penyakit ini, bisa di cegah sejak dini, malah saat dalam kandungan,” pungkasnya. (agil)