Diduga Proyek Siluman Disepanjang Jalan Samadua Aceh Selatan Dikeluhkan Warga

  • Bagikan
Kondisi pengerjaan proyek drainase di sepanjang jalan Samadua Aceh Selatan yang dikeluhkan warga.

Aceh Selatan || Rega Media News

Pembangunan drainase di sepanjang Jalan Negara Tapaktuan-Banda Aceh tepatnya di kawasan Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan menjadi sorotan warga setempat, dalam sepekan terakhir ini.

Pasalnya, selain pekerjaannya yang mengabaikan faktor keselamatan pengguna jalan, sehubungan sisa galian parit yang dibiarkan menumpuk, pekerjaan proyek pembagunan drainase itu juga tidak dilengkapi dengan papan nama.
.
Selain itu, warga juga menyorot tentang kualitas pekerjaan yang dinilai memprihatinkan. Salah satu buktinya, drainase di sepanjang lintasan jalan di Gampong Ladang Samadua, persisnya di sekitar kantor Polsek dan Kantor Camat Samadua yang baru selesai dikerjakan tampak bergelombang, tak ubahnya seperti “ular” dan di sebagian lokasi mulai hancur.

Sebagian besar warga Samadua, terutama mereka yang berada pada lokasi proyek, sangat kecewa terhadap rekanan yang membiarkan tumpukan sisa galian didepan rumah.

“Kami kecewa, karena tanah menumpuk didepan rumah dan kesulitan untuk melintas,” kata warga setempat yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan di lokasi, Jumat (4/9/20).

Atas pelaksanaan pembagunan riol yang amburadul itu, sejumlah LSM di Aceh Selatan mendesak pihak terkait untuk lebih ketat mengawasi di lokasi pembangunan tersebut.

“Proyek dari provinsi tak ubahnya sebagai proyek siluman, tanpa papan nama dan megganggu keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, pihak berwenang harus menegur dan memperingatkan rekanan,” kata Amirsyah.

Sementara itu, menurut informasi,  proyek tersebut sudah disubkan pihak kontraktor kepada beberapa kontraktor 
di Samadua, sehingga pekerjaannya menjadi amburadul.

Sementara Kepala Balai Satker PU Wilayah Aceh Elvi Roza saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya sulit untuk dihubungi, sehingga tidak diperoleh tanggapan dari pejabat tersebut.

Sebelumnya Kepala Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Fajri mengatakan, proyek tersebut menjadi kewenangan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN), sehingga lebih ideal dikonfirmasi ke Satker tersebut.

“Konfirmasi ke Satker PJN saja, biar lebih ideal,” ucap singkatnya. (Asmar Endi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Klik disini??
Ada Informasi??
Selamat Datang Di regamedianews.com
Silhkan Sampaikan Informasi Anda !!!!