Kelabui Petugas, Sabu Dibungkus Sabun Gagal Dikirim Ke Sampang

Konferensi Pers, Polres Sampang dan tersangka saat menunjukkan barang bukti narkoba seberat 1 Kg jenis sabu-sabu.

Sampang || Rega Media News

Polres Sampang kembali mengamankan pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu seberat 1 Kg dari Alfandi Ramadani (23), asal Kelurahan Palesungan, Kecamatan Gondongrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya

Untuk mengelabui dan melancarkan aksinya, Barang Bukti (BB) 1 Kg sabu asal Malaysia tersebut dikemas dalam 10 bungkus sabun merk Lifebuoy warna biru dan merah.

Kapolres Sampang AKBP Abd Hafidz mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan dari tersangka sebelumnya bernama Syafiudin dan dilakukan pengembangan, kemudian didapatkan informasi akan megiriman sabu ke Sampang melalui kargo.

“Setelah dilakukan surveilance, ditemukan paket menuju ke arah kota Surakarta Jawa Tengah, kemudian anggota Satresnarkoba Polres Sampang melakukan pembuntutan hingga ke kota Surakarta,” terang Hafidz, Rabu (06/01/21).

Hal itu dilakukan, kata Hafidz, karena dikhawatirkan menghilangkan jejak, saat expedisi kargo menurunkan barang pada hari Kamis tanggal 24 Desember 2020 sekira pukul 11.00 Wib di pinggir Jl. Letjen Sutoyo, Kel. Nusukan, Kec Banjarsari, Kota Surakarta.

“Saat di geledah, anggota Satresnarkoba menemukan barang bukti dan diamankan mengembangkan perkara terhadap tersangka. Namun, berhasil melarikan diri,” ungkapnya.

Kemudian, imbuh Hafidz, pada hari Jum’at tanggal 01 Januari 2021 sekira pukul 08.00 Wib di pinggir Jl. Raya Sokobanah Daya, anggota berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka Alfandi.

“Barang bukti diamankan dan dibawa ke Mapolres Sampang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Tersangka ini berperan sebagai perantara atau kurir dengan motif mendapatkan keuntungan,” jelasnya.

Pasal yang disangkakan kepada tersangka, tegas Hafidz, yakni pasal 114 ayat 2 Subs Pasal 112 ayat 2 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Pelaku dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp 1 milyar hingga Rp 10 milyar,” pungkasnya. (adi/har)

Pos terkait