BANGKALAN • Keluhan sejumlah kepala desa di Kecamatan Tanah Merah terkait kualitas beras Bantuan Pangan (Banpang), akhirnya mendapat respons dari Perum Bulog.

Beras yang sebelumnya dinilai kurang layak, kini mulai diganti dan didistribusikan kembali kepada masyarakat penerima manfaat di 23 desa.

Sebelumnya, beberapa kepala desa menolak menyalurkan beras bantuan, karena kondisi beras yang dianggap tidak memenuhi standar.

Keluhan tersebut, kemudian disampaikan kepada pihak terkait hingga akhirnya dilakukan evaluasi dan penggantian stok beras.

Perwakilan kepala desa se-Kecamatan Tanah Merah, Zaiqulhak Alfarisi mengatakan, Bulog telah menindaklanjuti laporan yang disampaikan pemerintah desa.

Bahkan sebelum distribusi dilakukan, pihak Bulog menunjukkan sampel beras pengganti kepada para kepala desa.

“Alhamdulillah, beras pengganti kualitasnya jauh lebih baik. Warnanya lebih putih, bersih, dan tidak berbau. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Kabupaten Bangkalan, CHK Karyadinata, memastikan pihaknya turut mengawasi proses penggantian beras tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kualitas beras pengganti sudah sesuai dan layak disalurkan kepada masyarakat.

“Hasil pemeriksaan kami, kualitas beras yang dikirim sudah bagus. Kami juga sudah memegang sampelnya dan berharap seluruh beras yang didistribusikan memiliki kualitas yang sama,” katanya.

Karyadinata mengatakan, penggantian beras bantuan dilakukan secara bertahap di seluruh desa di Kecamatan Tanah Merah.

“Langkah ini menjadi tindak lanjut atas keluhan pemerintah desa, sebelumnya menilai kualitas beras bantuan kurang layak, sehingga berpotensi merugikan masyarakat penerima manfaat,” pungkasnya.

Penulis: Syafin
✅ Editor: Redaksi