Pelanggan PDAM Sampang Protes, “Air Mati – Tagihan Jalan”
SAMPANG • Sejumlah warga mendatangi Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sampang, Selasa (21/7/2026) pagi.
Mereka mengaku kecewa lantaran aliran air bersih terhenti hampir tiga bulan, namun tagihan bulanan tetap berjalan.
Warga yang didominasi asal Desa Baruh dan kawasan Sarbukol itu, menuntut kepastian layanan.
Selain rumah tangga, terhentinya pasokan air juga mengganggu aktivitas ibadah warga, karena masjid setempat turut terdampak.
Krimah salah satu pelanggan, merasa sangat dirugikan dengan situasi tersebut.
Ia mengaku tetap dibebani tagihan berkisar Rp100 ribu perbulan, meski tak ada air yang mengalir ke rumahnya.
“Air tidak mengalir hampir tiga bulan, tapi tetap ditagih,” ujarnya kepada awak media.
Selain itu, ia juga sudah memenuhi kewajiban membayar, bahkan melunasi tunggakan hingga Rp4 juta.
“Tapi hak kami mendapatkan air malah tidak dipenuhi,” keluh Krimah.
Menanggapi keluhan warga tersebut, pihak PDAM menyatakan gangguan distribusi tak sekadar masalah teknis biasa.
Manajemen mengindikasikan adanya dugaan tindakan sabotase pada jaringan pipa utama.
Staf Hubungan Pelanggan (Hublang) PDAM Sampang, Makruf menjelaskan, ada indikasi pihak tak bertanggung jawab yang melakukan pemotongan atau penyambungan pipa secara ilegal.
“Namun, kami masih terus melakukan pengecekan mendalam di lapangan,” ujarnya.
Pihaknya berkomitmen, akan menelusuri penyebab pasti gangguan tersebut.
“Kami juga mengimbau masyarakat melaporkan, jika melihat aktivitas mencurigakan pada fasilitas pipa,” pungkasnya.
Sementara itu, Habib Yusuf Assegaf ketua ormas GAIB, saat mendampimgi warga meminta PDAM segera melakukan penanganan.
“Tolong secepatnya ditangani!, agar pasokan air bersih kepada warga (pelanggan) segera kembali normal,” pintanya.
✅ Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi


