SUMENEP • Kantor SAR Surabaya menerjunkan helikopter untuk memantau perairan utara Sumenep, Madura, pada Kamis (6/8/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mencari keberadaan bangkai KMP Mutiara Sentosa II yang tenggelam.

“Kami melaksanakan pencarian udara di perairan utara Madura menggunakan Heli Rescue 1301,” kata Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit.

Petugas menerbangkan Helikopter AW139 tipe HR-1301 untuk menyisir lokasi kebakaran.

Selain mencari sisa bangkai kapal, tim udara juga mengamati kemungkinan adanya korban yang belum ditemukan.

“Kami memantau area lokasi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II dari udara,” ujarnya.

Nanang mengatakan, Basarnas juga mencocokkan hasil pantauan udara dengan laporan posko pengaduan.

Langkah ini diambil untuk memastikan data penumpang yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.

“Sembari kami menunggu verifikasi pengaduan dari para keluarga korban,” tuturnya.

Sebelumnya, terang Nanang, pencarian lewat jalur laut juga telah dikerahkan oleh tim rescue.

Kapal KN SAR 249 Permadi sudah menyisir lokasi pada Rabu (5/8/2026), tetapi belum membuahkan hasil.

“Penyisiran laut sebelumnya belum menemukan tanda keberadaan bangkai kapal,” ungkap Nanang.

Manajemen posko kini diubah dan dipusatkan pada kesatuan masing-masing instansi.

Namun, koordinasi antar unsur tetap berjalan intensif jika ada temuan baru di lapangan.

“Jika ada laporan korban yang perlu dievakuasi, langsung kami komunikasikan,” tegas Nanang.

Insiden berdarah ini terjadi saat KMP Mutiara Sentosa II berlayar dari Surabaya menuju Makassar.

Api mendadak membakar kapal di perairan utara Madura pada Minggu (2/8/2026) pagi.

“Kapal terbakar saat melintas di perairan utara Madura,” terangnya.

Tim SAR gabungan telah menyelamatkan sebanyak 238 orang penumpang dalam insiden tersebut.

Namun, ungkap Nanang, lima orang penumpang tercatat meninggal dunia.

“Total 238 orang berhasil dievakuasi dan lima orang meninggal dunia,” pungkasnya.

Status operasi darurat, resmi ditutup dan dialihkan menjadi operasi kesiapsiagaan.

Untuk diketahui, kendali operasi penanganan kini dipegang sepenuhnya oleh Kantor SAR Surabaya.

Penulis: Red
✅ Editor: Redaksi