61 Santri Assaidiyah Sampang Raih Gelar Hafidz
SAMPANG • Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti kawasan Area Monumen Trunojoyo Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Kamis (20/08/2026) pagi.
Pondok Pesantren Bustanul Huffadz Assaidiyah menggelar Wisuda Hafidz-Hafidzah Ke-19, dengan mengusung tema “Merawat Al-Qur’an Menjaga Peradaban”.
Acara yang berlangsung meriah ini, dihadiri langsung Wakil Bupati Sampang KH. Ahmad Mahfud dan penceramah kondang Habib Abdul Qodir Ba’abud.
Selain itu, turut hadir jajaran Forkopimda, tokoh ulama, serta para wali santri yang tampak menyaksikan putra-putrinya wisuda.
Pondok Pesantren yang berlokasi di Jl. KH. Hasyim Asy’ari Kelurahan Dalpenang ini, didirikan oleh R.KH. Mohammad Sa’id Ismail.
Memasuki generasi ketiga dibawah pimpinan KH. Aunur Rofiq Mansur dan Majelis Watta’lim KH. Abdullah Mansur, pesantren ini terus konsisten menjaga misi utamanya mencetak generasi penjaga Al-Qur’an di Kota Bahari.
Pada kelulusan tahun 2026, sebanyak 61 santri resmi dilantik sebagai hafidz dan hafidzah.
Jumlah ini terdiri dari 53 santri putra dan 8 santri putri, melengkapi capaian tahun 2025 lalu yang mengwisuda 63 santri.

Pengasuh Ponpes Bustanul Huffadz Assaidiyah, KH. Aunur Rofiq Mansur menyampaikan, proses kelulusan tahun ini melewati seleksi yang sangat ketat.
“Dari total lebih dari 100 pendaftar tes wisuda, hanya 61 santri yang dinyatakan memenuhi standar kelulusan,” terangnya.
Kiai Rofiq berharap, para alumni tidak hanya hafal secara lafadz, tetapi juga memahami maknanya melalui pendidikan ilmiah Salafiyah Syafi’iyah.
Ia juga menekankan pentingnya proses takrir atau mengulang-ulang hafalan secara berkelanjutan.
“Menghafal Al-Qur’an memerlukan keistiqamahan dada dan hati, agar hafalan tersebut benar-benar melekat sepanjang hayat,” tutur Kiai Rofiq dalam sambutannya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sampang KH. Ahmad Mahfud menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar Ponpes Bustanul Huffadz Assaidiyah bagi masyarakat Madura.
Wabup akrab disapa Ra Mahfud ini mengaku tersentuh, dan berharap keberkahan Al-Qur’an turut melingkupi seluruh warga Sampang.
“Saya dari dulu sebenarnya ingin hafal Al-Qur’an, mudah-mudahan dengan hadir di acara ini, dikemudian hari saya bisa ikut hafal Al-Qur’an dan masyarakat yang hadir mendapat barokah Al-Qur’an,” ungkapnya.
Menghubungkan suasana peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, Wabup Sampang tersebut juga menyisipkan pesan moral yang mendalam bagi seluruh masyarakat.
“Jangan Lupa Sholat – Supaya Tidak Melarat,” tegas Ra Mahfud mengingatkan pentingnya menjaga ibadah utama di tengah kehidupan berbangsa.
Sebagai pemuncak acara, Habib Abdul Qodir Ba’abud memberikan tausiyah mendalam mengenai keutamaan Al-Qur’an dalam membentengi moral bangsa.
Secara khusus, ia menyoroti pentingnya relevansi tema acara di era digital saat ini. Ia menekankan, menjaga peradaban di era modern tidak hanya soal menghafal Al-Qur’an.
“Akan tetapi juga bagaimana para putra-putri kita bijak menggunakan media sosial agar tidak tergerus dampak negatif teknologi, dan tetap berada dalam koridor nilai-nilai Al-Qur’an,” pungkasnya.
✅ Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi


