Sampang, (regamedianews.com) – Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 27 Oktober mendatang takut gagal seperti Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 27 Juni 2018 lalu, puluhan ulama’ dan kiai kampung mendadak datangi Mapolres Sampang Selasa, (09/10/2018) sekira pukul 14.30. Wib.

Ketua MUI Kabupaten Sampang KH. Bukhori Maksum mengatakan, kedatangannya ke Mapolres Sampang guna berharap maksimal melakukan pengawalan menjelang pelaksanaan PSU pilkada Sampang. Sebab, menurutnya keamanan dan kelancaran pelaksanaan PSU tidak lepas dari peran serta ulama’ dan umara’.

Baca juga Gelar Istighosah dan Ikrar Bersama, KPU Harapkan PSU Pilkada Sampang Berjalan Lancar, Damai, Aman dan Kondusif

“Tujuan kami datang ke Mapolres ini berharap pelaksanaan PSU nantinya tidak sama dengan pilkada sebelumnya. Makanya Polisi, TNI maupun pemerintah agar pesta demokrasi berjalan lancar dan benar-benar melaksanakan demokrasi, serta tidak ada gesekan di bawah. Kami memberikan sumbangsih pemikiran, barangkali menjadi kontribusi yang baik,” tuturnya.

Selain itu para ulama itu mengingatkan mengantisipasi terjadi perilaku money politic serta serangan fajar menjelang pelaksanaan PSU. Karena perilaku tersebut menurutnya diharamkan oleh MUI pusat.

“Serangan fajar maupun money politik itu bahaya, haram hukumnya. MUI sudah berfatwa haram soal itu. Dalam aturan PKPU juga ada larangan. intinya dari sisi agama itu haram dan dari konstitusi itu dilarang, itu ada pidanya ya,” tegasnya.

Bukhori juga mengatakan, pihak ulama hanya memberikan fatwa, nasehat maupun larangan. Sedangkan pemerintah setempat merupakan eksekutor dan pendeteksinya.

“Jika nanti memang ada, bukti cukup dan lengkap ya ditindaklanjuti. Tapi soal money politic maupun serangan fajar memang sangat sulit mencari bukti-buktinya, kecuali nanti ada yang ketangkap tangan. Kami tegaskan perilaku itu haram hukumnya, yang nyuap dan nerima suap itu sama-sama tidak boleh,” tegasnya.

Sementara Kapolres Sampang, AKBP Budhi Wardiman mengatakan, kedatangan ulama dan kiai tidak lain untuk silaturahmi menjelang pelaksanaan PSU pilkada Sampang.

Baca juga Kaajenrem 081/DSJ Berikan Pengarahan Terkait Werving Kepada Ratusan Calon Tamtama

“Silaturrahmi Ulama ini untuk memberikan dukungan atas kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan PSU di sampang,” ujarnya.

Disinggung soal kemungkinan ada serangan fajar jelang PSU, AKBP Budi mengatakan, pada umumnya adanya serangan fajar terjadi pada H-1 PSU. Oleh karenanya, untuk mengantisipasinya terjadi hal tersebut maka dua hari sebelum pelaksanaan PSU, personel kemanan dipastikan sudah tersebar di seluruh desa se-Kabupaten Sampang.

“Anggota keamanan disesuaikan dengan banyaknya jumlah TPS di Desa. Tapi minimal per TPS dijaga dua anggota Polri dan TNI. Jika  nantinya di tempat-tempat perioritas kerawanan akan ada tambahan personel,” tutupnya. (adi/har)