Gandeng Polri, PCNU Sampang Rancang Program Pesantren Ramah Anak
SAMPANG • Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang kunjungan silaturahmi ke Mapolres Sampang, pada Rabu (6/5/2026) pagi.
Pertemuan strategis tersebut, untuk mematangkan kolaborasi dalam menginisiasi program unggulan bertajuk “Pesantren Ramah Anak”.
Ketua PCNU Sampang KH. Itqan Bushiri menyampaikan, kunjungan ini langkah awal untuk menyelenggarakan sarasehan berskala besar.
“Fokus utamanya menyosialisasikan konsep pesantren yang aman, inklusif dan nyaman bagi seluruh santri,” ujarnya.
Kepada awak media, ia mengungkapkan komitmennya untuk memastikan para santri merasa betah dan terlindungi selama menimba ilmu di pondok pesantren.
“Regulasi yang diterapkan harus bersifat membimbing dan edukatif, bukan sekadar instrumen untuk mengekang kebebasan anak,” tuturnya.
Kiai Itqan menegaskan, implementasi konsep ramah anak di tataran praktis masih memerlukan banyak penguatan.
“Salah satu perhatian utama kami adalah celah pengawasan yang sering kali terjadi di lingkungan asrama santri,” ungkapnya.
Selama ini, pengasuh maupun keluarga besar pesantren cenderung mencurahkan fokus sepenuhnya pada aspek kegiatan belajar-mengajar.
“Akibatnya, urusan keseharian dan kedisiplinan santri sering kali didelegasikan sepenuhnya kepada para santri senior,” imbuhnya.
Menurut Kiai Itqan, para santri senior ini secara psikologis masih tergolong usia remaja, sehingga sangat memerlukan pendampingan dan edukasi khusus.
“Tujuannya agar mereka mampu membimbing adik kelas dengan pendekatan yang tepat, persuasif dan manusiawi,” tandasnya.
Di sisi lain, Kiai Itqan menaruh harapan besar agar kolaborasi ini mampu menciptakan sinergi yang kokoh antara ulama dan kepolisian.
“Ini ikhtiar bersama dalam menjaga moralitas, serta menjamin keamanan generasi masa depan di Kabupaten Sampang,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Hartono, menyambut hangat kehadiran jajaran kiai dan pengurus PCNU.
“Kami memberikan dukungan penuh terhadap segala upaya yang bermuara pada perlindungan anak dan remaja,” tegasnya.
Selain isu pesantren, diskusi hangat tersebut juga membedah berbagai problematika sosial yang saat ini mengancam generasi muda.
“Di antaranya bahaya narkoba, aksi balap liar, hingga maraknya fenomena judi online di kalangan remaja,” bebernya.
Hartono menegaskan, dukungan moral dari PCNU dan para ulama memberikan suntikan semangat tambahan bagi institusinya.
“Jika sebelumnya kami sudah rutin sosialisasi ke sekolah-sekolah, kini akan diperluas hingga ke lingkungan pesantren,” pungkasnya. [hry]


