Buntut HET Pupuk-Hand Traktor Raib, Disperta KP Sampang Didemo

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: memakai topi ala petani, sejumlah mahasiswa saat aksi demo di depan Kantor Disperta-KP Sampang, (dok. Harry Rega Media).

Caption: memakai topi ala petani, sejumlah mahasiswa saat aksi demo di depan Kantor Disperta-KP Sampang, (dok. Harry Rega Media).

Sampang,- Kondisi sektor pertanian di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tengah berada dalam sorotan tajam.

Sejumlah mahasiswa aksi demo di depan kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP), Selasa (13/1/2026) pagi.

Aksi ini membawa dua tuntutan krusial: penertiban harga pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), dan pengusutan hilangnya aset berupa mesin hand traktor.

Zainal korlap demo menegaskan, demonstrasi ini bentuk keprihatinan atas buruknya pengawasan Disperta.

“Kami menemukan banyak kios menjual pupuk subsidi melebihi HET,” ujar dalam orasinya.

Baca Juga :  Lagi !!! Pengedar Pil Double L di Wilayah Surabaya Barat Diringkus

Hal ini jelas melanggar UU Nomor 19 Tahun 2013,tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Selain itu, pihaknya menuntut kejelasan soal aset negara berupa hand traktor yang hilang.

“Aset itu milik rakyat, bukan milik pribadi yang bisa lenyap tanpa pertanggungjawaban,” cetus Zainal.

Ia mendesak audit terbuka dan meminta Kepala Disperta-KP Sampang untuk mundur.

“Silahkan mundur, jika tidak mampu mengungkap kasus kehilangan aset tersebut,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Zainal juga melayangkan ultimatum. Bahkan mengancam akan aksi demo kembali dengan massa lebih besar.

Baca Juga :  Bansos TNI Hiasi Pembukaan TMMD Ke-117 di Sampang

Sementara, Kabid Sarana Pertanian Disperta-KP Sampang Nurdin mengatakan, terkait pupuk subsidi regulasinya sudah jelas.

“Harga HET itu adalah harga mati di tingkat kios,” ujarnya.

Nurdin menegaskan, jika ditemukan penyimpangan atau ada yang menjual diatas HET, agar supaya dilaporkan.

“Silahkan laporkan ke Kementerian Pertanian melalui saluran: Halo Pak Amran,” ucapnya.

Menyikapi hilangnya mesin hand traktor, Nurdin mengaku unitnya sudah ditemukan.

“Terkait prosesnya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak kepolisian,” pungkasnya.

Penulis : Harry

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”
Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam
Dua Lansia di Sampang Menanti Perhatian Prioritas Pemerintah
Dandim Sumenep Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG
Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan
Polres-LBH Ansor Sumenep Komit Beri Pendampingan Hukum Gratis
PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik JLS Sampang
RSUD Pamekasan Putus Kontrak Proyek Gedung Rawat Inap

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:37 WIB

Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:24 WIB

Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:03 WIB

Buntut HET Pupuk-Hand Traktor Raib, Disperta KP Sampang Didemo

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:02 WIB

Dandim Sumenep Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:13 WIB

Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan

Berita Terbaru

Caption: ilustrasi, (dok. Syafin Rega Media).

Daerah

Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam

Rabu, 14 Jan 2026 - 14:24 WIB

Caption: tengah, Ketua DPD Partai NasDem Sampang Surya Noviantoro, berdampingan dengan Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan, disela acara pendidikan politik, (dok. foto istimewa).

Politik

Ikhtiar DPD Partai NasDem Sampang Cetak Kader Berintegritas

Selasa, 13 Jan 2026 - 15:05 WIB