SAMPANG – Masyarakat di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Sampang, diminta meningkatkan kewaspadaan.

Hal ini menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda.

Fenomena tersebut, diprediksi berlangsung selama sepekan kedepan, mulai 21 hingga 28 Februari 2026.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Mohammad Hozin mengungkapkan, wilayah Jawa Timur saat ini sedang berada pada puncak musim hujan.

“Kondisi ini memicu potensi tinggi terjadinya bencana hidrometeorologi,” ujarnya, Senin (23/2).

Berdasarkan rilis resmi BMKG Juanda, ada potensi peningkatan cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jatim, termasuk Madura Raya.

“Kami meminta masyarakat siaga terhadap hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” imbau Hozin.

Ia menjelaskan, hasil analisis atmosfer menunjukkan adanya gangguan cuaca yang melintasi wilayah Jawa Timur.

Lebih lanjut, Hozin mengingatkan, cuaca ekstrem ini tidak hanya membawa hujan lebat, tetapi juga ancaman bencana ikutan lainnya.

“Waspadai potensi banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung dan hujan es,” imbaunya.

Untuk wilayah topografi curam atau berbukit, harap berhati-hati terhadap risiko tanah longsor dan pohon tumbang.

Hozin juga mengimbau, untuk selalu memantau informasi cuaca terkini, agar bisa melakukan mitigasi mandiri secara cepat.

Masyarakat bisa memantau kondisi cuaca secara real-time melalui citra radar WOFI di website resmi BMKG Juanda.

“Jika terjadi kondisi darurat di wilayah Sampang, segera lapor ke petugas setempat,” pungkas Hozin.

Untuk sekadar diketahui, selain Sampang, peringatan dini juga berlaku untuk wilayah tetangga seperti Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep. (hry)