BANGKALAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, tak sekadar memenuhi kebutuhan gizi siswa.

Tambahan uang tunai Rp50 ribu per porsi yang diberikan mitra SPPG, H. Khoirul Umam (H. Her), memberi dampak ekonomi bagi keluarga siswa.

Skema penyaluran dibuat bergiliran, lima sekolah per hari, agar seluruh penerima manfaat mendapat kesempatan hingga 16 Maret 2026.

Kepala SPPG Desa Pangeleyan, Fathurrosi Ali menjelaskan, pola tersebut dirancang agar distribusi merata.

“Total ada 21 sekolah yang kami tangani. Saat ini 17 sekolah aktif, pekan depan menjadi 19 sekolah,” jelasnya, Rabu (25/2/2026).

Pada hari pertama pelaksanaan lanjutan, sebanyak 368 siswa dari lima sekolah menerima tambahan tersebut.

Sementara total penerima manfaat MBG di dapur SPPG Pangeleyan mencapai 2.353 siswa per hari.

Menurut Fathurrosi, dengan sistem rotasi ini ribuan siswa dipastikan menerima tambahan dana setidaknya satu kali.

“Bahkan tidak menutup kemungkinan ada yang menerima lebih dari sekali, tergantung jadwal aktif sekolah,” imbuhnya.

Sementara Haji Her menegaskan, inisiatif tersebut murni dari dana pribadinya, tidak berkaitan dengan anggaran resmi program MBG.

Program MBG tetap berjalan sesuai aturan. Ia mengaku, tambahan uang Rp50 ribu itu di luar program dan dari kantong pribadinya.

“Niatnya sederhana, ingin membantu meringankan beban orang tua dan memberi semangat kepada anak-anak,” ujar CEO Bawang Mas tersebut.

Haji Her berharap, selain membantu secara ekonomi, langkah ini juga memotivasi siswa untuk tetap rajin belajar.

“Dengan pendekatan ini, MBG di Pangeleyan bukan hanya program pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi penggerak solidaritas sosial,” pungkasnya. (sfn)