Musrenbang RKPD 2027: Pemkab Sampang Pertajam Strategi “Plus” Ekonomi dan SDM
SAMPANG – Pemerintah Kabupaten Sampang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2027 di Pendopo Trunojoyo, Senin (9/3/2026) pagi.
Forum strategis ini menjadi momentum krusial bagi Pemkab, untuk menyelaraskan aspirasi publik dengan visi besar pembangunan jangka menengah daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sampang, Hj. Umi Hanik Laila, menjadi sosok sentral yang memaparkan peta jalan pembangunan Sampang kedepan.
Dalam laporannya, ia menegaskan, tahun 2027 adalah tahun penguatan bagi visi “Sampang Hebat Bermartabat Plus”.
Hj. Umi Hanik menekankan, kata Plus dalam visi daerah merujuk pada target spesifik yang ingin dicapai dalam periode 2025-2029.
“Kami tidak ingin sekadar tumbuh, tapi harus unggul secara spesifik. Fokus kami di tahun 2027 memperkuat posisi Sampang, sebagai pusat pertumbuhan UMKM dan pusat layanan kesehatan terbaik di wilayah Madura,” ujarnya.
Ia menambahkan, transformasi ekonomi akan diarahkan pada sektor agribisnis. Pertanian menyumbang 29,39% terhadap ekonomi di Kabupaten Sampang.
“Maka, strategi kita kedepan mendorong produktivitas pengolahan hasil tani agar ada nilai tambah bagi petani kita, bukan sekadar menjual bahan mentah,” jelasnya.
Mengenai kualitas sumber daya manusia, Hj. Umi Hanik memaparkan data capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini berada di angka 67,23. Meski tumbuh positif, ia memberikan catatan kritis pada komponen pendidikan.
“Ada kenaikan IPM sebesar 0,5%, namun kita harus jujur bahwa rata-rata lama sekolah kita masih di angka 5,19 tahun atau setara kelas 5 SD. Ini adalah pekerjaan rumah besar,” ungkapnya.
Menurut Hj. Umi Hanik, strategi tahun 2027 akan lebih agresif pada pemerataan akses pendidikan dan peningkatan mutu layanan kesehatan guna memastikan SDM kita mampu bersaing di tingkat regional.
Terkait angka kemiskinan yang masih menjadi tantangan di angka 20,44%, ia menyatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah intervensi yang lebih presisi.
Selain itu, jugamelakukan evaluasi mendalam. Penurunan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Di tahun 2027, fokus pada intervensi tepat sasaran di lima kecamatan dengan angka kemiskinan tertinggi.
“Data penyasaran bantuan akan kita perbaiki total melibatkan desa dan BPS agar tidak ada lagi bantuan yang salah alamat,” imbuh Hj. Umi Hanik.
Sementara, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, dalam sambutannya memperkuat narasi yang disampaikan Bappelitbangda.
“Tantangan pendanaan akibat pengurangan dana transfer pusat menuntut kreativitas birokrasi. Paparan Kepala Bappelitbangda tadi sangat jelas mengenai tantangan kita,” ujarnya.
H. Slamet Junaidi juga menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk tidak hanya bergantung pada dana transfer.
“Kita harus jemput bola lewat investasi dan skema kerjasama badan usaha. Mari kita ubah hambatan ini menjadi peluang untuk Sampang lebih mandiri,” pungkasnya.
Untuk sekadar diketahui, acara yang berlangsung khidmat di bulan Ramadhan ini, ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan Musrenbang sebagai dasar penyusunan RKPD tahun 2027. (hry)



