BPBD Sampang Kebut Pemetaan Wilayah Kekeringan
SAMPANG • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang mempercepat pemetaan wilayah rawan kekeringan.
Hal tersebut sebagai persiapan menghadapi musim kemarau tahun 2026.
Langkah ini guna memastikan distribusi bantuan air bersih dapat terlaksana secara efektif dan tepat sasaran.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin menyampaikan, pemetaan merupakan landasan krusial dalam menyusun strategi mitigasi bencana.
“Hingga saat ini, kami masih menghimpun data berdasarkan laporan dari tingkat kecamatan,” ujarnya, Selasa (28/4).
Ia mengungkapkan, pihaknya terus menghimpun data untuk menentukan titik krisis air.
“Namun, proses ini belum maksimal karena ada beberapa kecamatan belum menyetorkan data wilayah rawannya,” jelas Hozin.
Berdasarkan laporan yang masuk hingga Senin (27/4), sebanyak 10 kecamatan telah merampungkan pendataan.
Diantaranya Kecamatan Sreseh, Jrengik, Torjun, Pangarengan, Robatal, Ketapang, Banyuates, Sokobanah, Camplong dan Tambelangan.
“Sementara 4 kecamatan lainnya, yakni Sampang, Omben, Kedungdung dan Karang Penang, masih tahap penyelesaian data,” jelasnya.
Hozin menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi secara intensif agar seluruh data dapat segera terkumpul.
“Data ini sangat penting, sebagai dasar pengambilan kebijakan penanganan saat krisis air mulai terjadi,” tambahnya.
Melalui upaya ini, ia berharap sinergi antar-instansi dapat diperkuat untuk mempercepat proses mitigasi.
“Hal ini bertujuan, agar risiko dampak kekeringan bagi masyarakat Sampang dapat diminimalisir sedini mungkin,” pungkasnya. [hry]


