BANGKALAN • Upaya menghidupkan kembali Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, mulai menunjukkan hasil positif.

Kunci kebangkitan itu terletak pada satu hal: memberi ruang bagi generasi muda, untuk terlibat langsung dalam pengelolaan dan pengembangan usaha desa.

Langkah ini didorong oleh Camat Kamal Ainul Yaqin, secara aktif mengajak pemerintah desa untuk tidak berjalan sendiri.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemuda sebagai motor penggerak inovasi ekonomi desa.

Perubahan pun mulai terlihat di sejumlah desa seperti Banyuajuh, Tajungan, Kamal, Gili Barat, dan Kebun.

Masing-masing desa mengembangkan potensi lokal sebagai basis usaha BUMDes, mulai dari sektor wisata hingga pengolahan hasil laut.

Di Desa Tajungan misalnya, BUMDes mengelola wisata Panceng, usaha penggemukan kepiting, hingga produksi keripik.

Sementara itu, Desa Kamal menghadirkan kafe desa sebagai ruang ekonomi sekaligus tempat berkumpul masyarakat.

Di Desa Kebun, fokus usaha diarahkan pada penggemukan ternak sebagai potensi unggulan desa.

“Untuk menghidupkan BUMDes, saya selalu mengarahkan desa agar merangkul para pemuda yang ada di setiap desa,” ujar Ainul Yaqin, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, pemuda memiliki ide segar dan energi besar yang mampu mendorong inovasi.

Keterlibatan mereka dinilai menjadi faktor penting dalam menggerakkan kembali roda ekonomi desa yang sempat stagnan.

“Kalau pemuda-pemudanya cerdas dan dirangkul, maka desa itu juga akan ikut maju,” tambahnya.

Ainul Yaqin berharap, seluruh desa di Kecamatan Kamal dapat segera mengaktifkan BUMDes masing-masing.

“Desa yang telah lebih dulu berkembang diharapkan bisa menjadi contoh, sekaligus motivasi bagi desa lain untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi,” ungkapnya.

Dengan pendekatan kolaboratif ini, kata Ainul Yaqin, BUMDes di Kamal tidak hanya menjadi lembaga usaha.

“Akan tetapi juga wadah pemberdayaan generasi muda untuk membangun desa dari dalam,” pungkasnya. [sfn]