Strategi MANTAB Koperasi Pondok Pesantren Al-Ihsan Jrangoan
SAMPANG • Pondok pesantren di era modern tidak lagi sekadar menjadi epicentrum pendidikan agama, melainkan telah bermutasi menjadi motor penggerak ekonomi domestik yang sangat diperhitungkan.
Salah satu potret sukses transformasi ini ditunjukkan secara nyata oleh Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ihsan yang terletak di Desa Jrangoan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Bergerak agresif di bidang ritel dan perdagangan kebutuhan sehari-hari, Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) ini berhasil membuktikan bahwa entitas berbasis pesantren mampu bersaing ketat dengan jaringan waralaba nasional.
Melalui tata kelola profesional dan adopsi teknologi digital, unit usahanya kini sukses mencetak omzet hingga miliaran rupiah setiap tahunnya.
Historiografi: Dari Embrio Tradisional Menuju Legalitas Modern
Secara de facto, embrio lahirnya komitmen ekonomi ini bermula jauh pada tahun 1974. Kala itu, Pondok Pesantren Al-Ihsan dinahkodai oleh pengasuh generasi ketujuh, KH. Abdul Malik Baidhawi.
Bermula dari sebuah unit usaha pertokoan sangat sederhana, tujuan utamanya kala itu adalah memfasilitasi kebutuhan primer para santri agar fokus belajar tanpa harus keluar kompleks pesantren.
Seiring berjalannya waktu dan tuntutan zaman, manajemen melakukan lompatan besar. Tepat pada 17 Februari 2011, entitas ini resmi mendapatkan legalitas de jure dengan Nomor Badan Hukum: 187/BH/XIV.23/1/2011.
Legalitas ini menandai babak baru bagi Kopontren Al-Ihsan untuk mengepakkan sayap bisnisnya secara formal, memperluas jangkauan dari sekadar internal pesantren hingga menyasar pasar masyarakat umum secara luas.
Ketua Kopontren Al-Ihsan, Ubaidil Qudus, melalui Sekretarisnya, Ainur Ridho mengungkapkan, core business Kopontren Al-Ihsan semenjak didirikan ialah usaha pertokoan dengan brand AL-BAROKAH.
“Hari ini, kami tidak hanya melayani pembeli langsung (end user), melainkan juga menjadi mitra strategis bagi ratusan pelaku UMKM, pemilik warung, toko kelontong, hingga pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Sampang,” ujar Ainur Ridho, Rabu (3/6/2026).
Menggerakkan Ekosistem 3 Pilar Bisnis
Keberadaan Kopontren Al-Ihsan dirancang secara presisi untuk mengintegrasikan manfaat multi-pihak yang mencakup tiga pilar utama:
▶️ Bagi Pesantren:
Keberadaan kopontren menjadi tulang punggung utama dalam menunjang upaya kemandirian ekonomi lembaga. Sebagian besar pendapatan operasional pesantren bersumber langsung dari pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi.
▶️ Bagi Santri:
Selain menjamin ketersediaan kebutuhan logistik harian dengan mudah, kopontren berfungsi sebagai laboratorium hidup (wahana belajar) untuk melatih kemandirian, mental kewirausahaan (santripreneur), serta ruang pengabdian nyata sebelum terjun ke masyarakat.
▶️ Bagi Masyarakat Umum:
Kopontren berperan aktif sebagai stabilisator harga dengan menyediakan keperluan harian, baik primer, sekunder, maupun tersier dengan harga yang jauh lebih terjangkau dan kompetitif.
Ritel Modern dan Diversifikasi Agresif: Menuju Target Puluhan Outlet 2030
Hingga saat ini, Kopontren Al-Ihsan telah berhasil mengoperasikan 5 (lima) unit toko retail mandiri dengan brand Toko AL-BAROKAH serta 2 (dua) unit Toko Mitra Waserda (Warung Serba Ada). Hebatnya, seluruh jaringan ritel ini dikelola menggunakan konsep upper medium modern.
Manajemen tidak lagi menggunakan pencatatan manual, melainkan mengintegrasikan aplikasi penjualan digital berbasis Point of Sales (POS), desain tata letak toko swalayan (self-service), penerapan standardisasi display produk menggunakan metode planogram, hingga strategi promosi produk secara hybrid (online dan offline).
Tidak puas hanya di sektor retail kebutuhan pokok, Kopontren Al-Ihsan juga melakukan diversifikasi usaha yang sangat bervariasi untuk memperkuat struktur pendapatan bisnisnya. Unit usaha pendukung tersebut meliputi:
☑️ AMDK AL-BAROKAH:
Unit produksi Air Minum Dalam Kemasan mandiri.
☑️ BERKAH AKSARA:
Lini produksi pengadaan barang promosi, merchandise, dan souvenir private label (seperti sarung khusus, peci, pulpen, buku tulis, parfum, mancis, hingga gantungan kunci).
☑️ PAJAR AUDIO:
Jasa penyewaan sound system profesional untuk berbagai skala acara.
☑️ BSRS:
Unit bisnis grosir alat-alat dan suku cadang (sparepart) otomotif.
☑️ Layanan Keuangan:
Penyediaan produk Simpanan internal untuk menunjang permodalan anggota.
“Dengan ekosistem yang gemuk dan produktif ini, target jangka panjang telah dipetakan secara matang. Pada tahun 2030, Toko AL-BAROKAH ditargetkan memiliki puluhan outlet di berbagai daerah di Indonesia,” tegas Ainur Ridho.
Fondasi Budaya Kerja dan Core Value ‘MANTAB’
Keberhasilan mengelola bisnis beromzet miliaran tentu tidak lepas dari fondasi spiritual dan profesionalisme yang kuat. Kopontren Al-Ihsan mengadopsi empat sifat nabi sebagai budaya kerja utama organisasi, yaitu:
• Sidik (Jujur dan Berintegritas),
• Amanah (Etos Kerja Profesional, Loyal, Transparan, Konsisten),
• Tabligh (Edukatif, Transformatif, Responsibel),
• Fathanah (Kompeten, Kreatif, Inovatif, Berkualitas).
Nilai-nilai luhur tersebut kemudian diringkas ke dalam Core Value operasional utama yang menjadi semboyan pergerakan bisnis mereka, yakni MANTAB:
📌 MANFAAT:
Berkomitmen penuh memberikan kemaslahatan maksimal bagi anggota dan masyarakat luas, memposisikan diri sebagai solusi nyata di tengah dinamika ekonomi pasar.
📌 TRANSPARAN:
Mengedepankan akuntabilitas tinggi dalam tata kelola keuangan, manajemen performa, serta keterbukaan sikap di seluruh struktur organisasi.
📌 BERKUALITAS:
Pengembangan produk dan mutu layanan terus diakselerasi secara berkala guna memastikan kepuasan pelanggan dapat tercapai, bahkan melampaui ekspektasi yang mereka harapkan.
Komitmen pelayanan prima ini pun diperkuat dengan semboyan pelayanan tim lapangan melalui jargon SIAP, yang merupakan akronim dari:
• Sigap (tangkas dalam melayani)
• Antusias (memiliki semangat tinggi)
• Peduli (memiliki perhatian besar terhadap kebutuhan pelanggan).
Model bisnis inklusif yang dijalankan oleh Kopontren Al-Ihsan dengan skema kemitraan multi-pihak (inclusive closed loop), membuktikan bahwa ekonomi umat jika dikelola dengan ilmu dan manajemen yang tepat akan menghasilkan daya saing yang luar biasa tinggi.
Melihat potensi pertumbuhan omzet yang terus meroket naik dari tahun ke tahun, manajemen Kopontren membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh masyarakat, pelaku usaha lokal, maupun investor strategis untuk berkolaborasi, bergabung, dan tumbuh bersama demi merencanakan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.
✅ Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi


