Madrasah Pangeleyan Buka Kelas Pembelajaran Digital
BANGKALAN • Kemampuan mengikuti perkembangan zaman kini semakin terbuka lebar bagi para santri di Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali menyerahkan dukungan fasilitas serta pelatihan digital kepada MDTU Miftahul Ulum.
Langkah ini bertujuan menjawab kebutuhan mendasar: bagaimana pendidikan berbasis agama di desa tetap relevan dan memiliki standar kualitas yang setara dengan wilayah lain.
Di dalam kelas, teknologi mulai digunakan untuk beragam keperluan nyata. Misalnya menampilkan peta dan lokasi tempat bersejarah saat mempelajari kisah nabi.
Selain itu, juga menayangkan bacaan tajwid yang jelas, hingga mencari bahan tambahan pelajaran umum yang akurat.
Guru juga mulai menyusun materi dalam bentuk presentasi atau lembar kerja yang lebih menarik.
Hal ini membuat suasana belajar tidak lagi hanya berupa penjelasan lisan, melainkan lebih beragam dan mudah dipahami.
Selain menerima perangkat pendukung, guru dan siswa juga mengikuti panduan penggunaan yang terarah.
Tujuannya agar teknologi benar‑benar menjadi alat bantu yang efektif, bukan sekadar pelengkap ruang belajar.
Manager PLN UPT Gresik, Ivan Nur Pratama menyampaikan, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan manusia sejak awal.
Menurutnya, di era sekarang, kemampuan literasi digital sama pentingnya dengan pengetahuan dasar lainnya.
“Kami ingin madrasah di desa pun memiliki bekal yang cukup untuk mencetak generasi yang siap beradaptasi,” ujar Ivan, Sabtu (20/6/2026).
Sementara, Kepala Madrasah Miftahul Ulum, Jusaimi, mengakui akses terhadap sarana modern masih menjadi tantangan utama di lingkungan pedesaan.
Ia menegaskan, bantuan ini menjadi jawaban nyata atas kebutuhan yang sudah lama dirasakan.
“Kami mengajarkan nilai‑nilai agama, namun anak‑anak juga harus paham cara menggunakan teknologi dengan benar dan bermanfaat. Ini cara kami menyiapkan mereka menghadapi masa depan,” ujarnya.
Jusaimi menambahkan, pelatihan bagi guru sama pentingnya dengan perangkat yang diserahkan.
“Kompetensi pendidik yang meningkat akan membuat proses pembelajaran menjadi lebih kaya dan beragam materi,” tandasnya.
Kepala Desa Pangeleyan Zaiqhulhak Alfarisi, menilai pendidikan adalah investasi terbesar bagi kemajuan wilayahnya.
“Anak‑anak desa berhak mendapatkan kesempatan yang sama,” tuturnya.
Dengan dukungan ini, Zaiqhulhak berharap mereka tidak hanya pandai secara ilmu agama, tetapi juga cakap dalam memanfaatkan informasi dan teknologi.
Diharapkan, penggunaan sarana ini terus dipantau dan dikembangkan.
“Sehingga dampak positifnya dapat dirasakan berkelanjutan, dalam setiap proses belajar mengajar di madrasah,” pungkasnya.
✅ Penulis: Syafin
✅ Editor: Redaksi


