BANGKALAN • Langkah strategis menuju pemekaran wilayah kembali bergulir di Pulau Garam.

Forum Komunikasi Bangkalan Selatan (FKBS), menginisiasi pembentukan Kota Madya Bangkalan Selatan.

Inisiatif ini, sebagai langkah nyata memperkuat perjuangan besar mewujudkan Madura menjadi provinsi.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam forum diskusi bertema “Bersatu dalam Ikhtiar, Mewujudkan Madura Provinsi Demi Keadilan Pembangunan”, di Pondok Pesantren Albar, Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Bangkalan, Jumat (3/7/2026).

Konsolidasi Lintas Elemen Masyarakat

Koordinator FKBS Moh. Taufan Syafii menegaskan, perjuangan pembentukan Kota Madya, bukanlah sebuah gagasan baru.

Menurutnya, upaya pemekaran ini sudah dirintis sejak beberapa tahun lalu.

Kini, semangat tersebut kembali diperkuat melalui konsolidasi bersama lintas elemen masyarakat.

“Perjuangan ini sudah kami bangun sejak beberapa tahun silam,” ujar Taufan di hadapan tokoh agama, akademisi, anggota DPRD, dan para kepala desa

Ia menambahkan, hari ini menjadi momentum penting untuk menyatukan kembali visi dan misi.

“Demi keadilan pembangunan di tanah Madura,” tegasnya.

Solusi Kendala Pemekaran Provinsi

Taufan membeberkan, salah satu kendala utama dalam perjuangan pembentukan Provinsi Madura.

“Selama ini adalah syarat administratif terkait jumlah minimal wilayah pemekaran,” tandasnya.

Melihat kondisi tersebut, ia menilai wilayah Bangkalan Selatan sudah sangat siap untuk mengambil peran dan menjadi bagian dari solusi konkret.

“Ini merupakan ikhtiar bersama,” ujarnya.

Sejak dulu, kata Taufan, Bangkalan khususnya wilayah selatan, siap untuk dimekarkan menuju terwujudnya Provinsi Madura.

Adapun wilayah yang diproyeksikan masuk dalam Kota Madya baru ini mencakup enam kecamatan, yaitu Kamal, Socah, Labang, Tragah, Kwanyar, dan Modung.

Bentuk Tim Formatur

Sebagai bentuk keseriusan, musyawarah dalam forum tersebut langsung menghasilkan kesepakatan dan membentuk tim formatur.

“Alhamdulillah, hasil musyawarah para tokoh dan sesepuh menyepakati pembentukan Kota Madya beserta tim formatur yang akan mengawal proses perjuangan ini,” ungkap Taufan.

Tim formatur ini nantinya yang akan memegang tongkat estafet untuk merumuskan, mengoordinasikan, serta mengeksekusi langkah-langkah strategis ke depan.

Dalam forum tersebut, tiga tokoh resmi ditunjuk sebagai tim formatur.

Diantaranya, Kepala Desa Brakas Bahrudin, anggota DPRD Bangkalan Fraksi Golkar Hai, dan anggota DPRD Bangkalan Fraksi Demokrat Fadhur Rosi.

Penulis: Syafin
✅ Editor: Redaksi