SAMPANG • Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), diproyeksikan menjadi angin segar bagi pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.

Kopdes juga dirancang khusus sebagai motor penggerak ekonomi mandiri dan berkelanjutan.

Camat Omben Didik Adi Pribadi mengungkapkan, Kopdes memiliki peran yang strategis di tingkat tapak.

“Kehadiran Kopdes penting untuk membangun pondasi ekonomi desa yang kokoh dan berkelanjutan,” ujarnya kepada Rega Media, Selasa (11/8/2026).

Didik menjelaskan, ada beberapa peran utama Kopdes Merah Putih dalam mengedukasi serta memberdayakan masyarakat desa, antara lain:

Meratakan Ekonomi
Ia menegaskan, Kopdes hadir untuk memangkas ketimpangan agar perputaran uang tetap berada di desa.

Tentunya, masyarakat Sampang khususnya warga Omben, seperti petani nantinya bisa mengakses modal usaha dengan mudah.

“Petani dapat menjual hasil panen dengan harga yang layak, dan menguntungkan langsung melalui unit usaha koperasi, tanpa tergantung tengkulak,” jelas Didik.

Mendorong Kemandirian Desa
Menurutnya, Kopdes ini nantinya dapat melatih desa agar mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Salah satunya melalui pengelolaan unit usaha pasokan bahan bangunan, atau sarana produksi secara mandiri.

“Keuntungan operasionalnya akan kembali untuk kas dan kemajuan desa,” tambahnya.

Menjaga Kestabilan dan Ketahanan Pangan
Didik mengatakan, sektor pertanian menjadi prioritas utama gerakan Kopdes Merah Putih.

Semisal, koperasi membeli beras dan hasil tani warga secara langsung, lalu menyalurkannya ke pasar lokal.

“Langkah ini menjaga kestabilan harga, sekaligus menjamin pasokan pangan warga tetap aman,” tegasnya.

Mengangkat Kelas UMKM Lokal
Selain itu, Kopdes juga menjadi wadah resmi pendampingan bagi para pelaku usaha mikro.

Pengrajin hingga pembuat jajanan tradisional dibantu dalam hal pengemasan, legalitas, hingga pemasaran digital.

“Produk lokal didorong agar punya nilai jual tinggi, dan bisa masuk ke jaringan retail yang lebih luas,” tutur Didik.

Menciptakan Lapangan Kerja
Lebih lanjut ia menyampaikan, pengelolaan unit usaha koperasi yang beragam, dapat berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal.

Menurut Didik, pemuda desa nantinya bisa diberdayakan menjadi staf administrasi, pengelola gudang, hingga tim logistik.

“Warga tidak perlu merantau jauh untuk mendapatkan pekerjaan yang layak,” pungkasnya.

Maka dengan tata kelola yang transparan dan partisipasi aktif warga, KDMP optimis mampu menjadi tulang punggung kesejahteraan masyarakat desa.

Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi