JAKARTA • Pemerintah mempercepat penanganan pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga Rabu (19/8/2026) kemarin, sebanyak 253 ton bantuan logistik telah dikirimkan ke berbagai titik terdampak.

Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan, pengiriman skala besar terus dilakukan melalui jalur udara dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Lima pesawat angkut diberangkatkan sejak dini hari untuk menyuplai kebutuhan darurat warga.

“Bantuan tersebut atas instruksi Bapak Presiden,” ujar Teddy, dilansir dari laman resmi Kemensetneg, Jumat (21/8).

Bantuan yang dikirimkan mencakup kebutuhan vital pengungsi, seperti makanan, air minum, tenda pemukiman sementara, hingga perlengkapan medis.

Untuk mempercepat penyaluran, pemerintah membagi titik distribusi melalui dua posko utama di Labuan Bajo dan Maumere.

Posko Labuan Bajo difokuskan untuk mendorong logistik ke wilayah Manggarai dan Ngada.

Sementara Posko Maumere mengover distribusi bantuan untuk wilayah Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Strategi distribusi dilakukan secara terpadu melalui jalur udara, laut, dan darat.

Armada udara disokong helikopter dan pesawat Cassa, sedangkan jalur laut diperkuat tiga KRI TNI AL serta satu kapal rumah sakit terapung yang bersiap berlabuh.

“Laporan dari Menteri PU, seluruh jalur darat juga sudah dapat dilewati sejak hari kedua,” ungkap Teddy.

Pemerintah memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara ketat agar seluruh bantuan tiba tepat sasaran dan tepat waktu.

Teddy juga menyampaikan, apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berjuang di lapangan.

“Terima kasih kepada seluruh aparat maupun relawan, sehingga logistik dapat terkirim cepat dan dirasakan manfaatnya oleh warga terdampak,” pungkasnya.

Penulis: Yeni
✅ Editor: Redaksi