MADURA • Kepedulian terhadap tatanan profesi dan masa depan generasi muda, mendorong Faisol Majid menginisiasi dua organisasi penting secara beruntun.

Tokoh Desa Rabasan Kedungdung Sampang ini, menggagas pembentukan Persatuan Wartawan Rabasan Kedundung (PWRK) dan Pemuda Rabasan Kedungdung Bersatu (PRKB).

Pembentukan PWRK ditujukan sebagai wadah silaturahmi, sekaligus pemersatu para insan pers asal Desa Rabasan.

Organisasi tersebut diharapkan mampu menjaga etika profesi jurnalistik, dan mencegah persaingan tidak sehat sesama rekan sejawat.

“Hampir 99 persen warga Desa Rabasan itu saling bersaudara. Ikatan darah ini harus senantiasa kita pelihara dengan baik,” ujar Faisol, Senin (31/8/2026).

Ia menekankan, insan pers asal kampung halamannya tetap menyuarakan kebenaran secara tegas, tanpa mengabaikan koridor hukum.

Menurutnya, keberanian berliputan harus senantiasa beriringan dengan standar moralitas yang tinggi.

“Tegas dan berani menyuarakan kebenaran, namun jangan pernah melanggar etika profesi dan Undang-Undang Pers,” tegasnya.

Faisol juga mengingatkan, keberhasilan seseorang tidak melulu diukur dari status sosial atau jabatan semata.

Menurut pria yang cukup dikenal di Kota Surabaya ini, kepribadian dan martabat diri jauh lebih berharga dalam kehidupan bermasyarakat.

“Akhlak mulia jauh lebih tinggi dan lebih mulia nilainya, dibandingkan jabatan atau profesi apapun,” pesannya.

Tidak berhenti pada insan pers, Faisol Majid juga merangkul potensi generasi muda dengan meresmikan PRKB.

Wadah tersebut disiapkannya untuk menggembleng pemuda Rabasan, supaya lebih solid dan produktif.

“PRKB diharapkan menjadi rumah bersama bagi seluruh pemuda, bergerak dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui hadirnya PWRK dan PRKB, Faisol berharap nama baik kampung halamannya dapat terus dijaga.

“Tentu melalui karya jurnalistik yang berimbang, serta aksi sosial kepemudaan yang berdampak nyata kepada masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi