BPJS Ketenagakerjaan Sasar Guru PAUD dan TK, Dorong Lembaga Tertib Iuran
BANGKALAN • BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura terus memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi guru dan tenaga kependidikan. Kali ini, sosialisasi menyasar kepala sekolah serta guru PAUD dan TK di wilayah Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman para pendidik mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus mendorong lembaga pendidikan yang belum terdaftar agar segera menjadi peserta.
Tak hanya menyasar lembaga yang belum terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan pembinaan kepada lembaga yang telah terdaftar namun masih memiliki kewajiban atau tunggakan iuran.
PPS Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madura, Diny Firmani Rahma, menyampaikan bahwa guru dan tenaga kependidikan merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
“Guru dan tenaga kependidikan merupakan garda terdepan dalam membentuk generasi mendatang. Oleh karena itu, jaminan keselamatan dan kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas,” ujar Diny.
Menurutnya, aktivitas para pendidik juga tidak lepas dari berbagai risiko dalam menjalankan pekerjaannya, baik saat berada di lingkungan sekolah maupun selama perjalanan dinas.
“Aktivitas para pendidik tentu tidak lepas dari berbagai risiko pekerjaan. Perlindungan jaminan sosial ini hadir agar para guru maupun tenaga kependidikan dapat menjalankan tugas mendidik dengan lebih fokus dan tenang,” ungkapnya.
Diny menambahkan, keberadaan jaminan sosial bukan sekadar pemenuhan syarat kewajiban institusi semata, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap tenaga kerja.
“Perlindungan ini bukan hanya soal kepesertaan, tetapi bagaimana guru dan tenaga kependidikan bisa bekerja dengan lebih tenang karena memiliki jaminan ketika menghadapi risiko dalam pekerjaannya,” tegas Diny pada kegiatan tersebut, Jumat (21/08/2026).
Dalam sosialisasi itu, para kepala sekolah dan guru PAUD serta TK diberikan pemahaman mendalam mengenai program jaminan kecelakaan kerja hingga jaminan kematian. Lembaga yang belum menjadi peserta didorong untuk segera mendaftarkan tenaga pendidiknya.
“Kami terus merangkul sekolah-sekolah yang belum mendaftar agar segera memberikan hak perlindungan bagi para pengajarnya. Bagi lembaga yang sudah terdaftar namun masih tertunggak, kami berikan pembinaan agar kepesertaannya tetap aktif,” jelas Diny.
Ia menegaskan, status kepesertaan yang aktif sangat krusial agar manfaat jaminan sosial dapat langsung dirasakan saat terjadi risiko yang tidak diinginkan.
“Kepesertaan aktif adalah kunci utama. Jangan sampai ketika timbul risiko pekerjaan, manfaatnya justru terhambat hanya karena kendala administratif atau tunggakan iuran,” imbuhnya.
Melalui kegiatan di Kecamatan Tragah ini, BPJS Ketenagakerjaan Madura berharap kesadaran mengenai pentingnya perlindungan pekerja di sektor pendidikan formal maupun non-formal semakin meningkat.
“Kami berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan perlindungan ini melalui kolaborasi berkelanjutan bersama lembaga pendidikan, dinas terkait, serta organisasi profesi guru di seluruh wilayah Madura,” pungkas Diny.
✅ Penulis: Syafin
✅ Editor: Redaksi


