SAMPANG • Atap ruang kelas SDN Moktesareh 2 di Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung, ambruk pada Sabtu (5/9/2026) pagi.

Peristiwa ini memicu trauma mendalam bagi para siswa, hingga aktivitas belajar terpaksa dialihkan.

Kejadian tersebut juga memantik respon Alan Kaisan, anggota DPRD Sampang Dapil VI Kedungdung-Robatal.

Ia meminta, Pemerintah Daerah bergerak cepat menyikapi kondisi darurat SDN Moktesareh 2.

“Ini bukti nyata, adanya bangunan sekolah yang kondisinya sangat membahayakan keselamatan siswa dan guru,” tegasnya.

Alan mendesak, Pemkab Sampang tidak menunda penanganan fasilitas pendidikan yang rusak.

Ia menyebut dana Belanja Tidak Terduga (BTT) harus segera dialokasikan, untuk perbaikan darurat dan rehabilitasi total.

“Kita tidak bisa menunggu sampai ada korban jiwa baru bergerak,” ujar legislator Fraksi Partai Gerindra itu.

Selain perbaikan fisik, ia juga meminta Dinas Pendidikan menyisir seluruh sekolah di wilayah Kedungdung dan Robatal.

Menurut Alan, langkah ini penting untuk mencegah insiden serupa terulang di lokasi lain.

“Tujuannya agar kondisi serupa tidak terulang di tempat lain. Saya minta agar tidak hanya mengandalkan anggaran rutin yang terbatas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SDN Moktesareh 2 Moh. Kubat Syariat, mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan.

Untuk sementara, tiga ruang kelas dipastikan kosong hingga pemeriksaan selesai.

“Senin nanti saya diperintahkan menghadap dinas untuk membuat berita acara,” ujar Kubat.

Meski diterpa musibah, proses pembelajaran dipastikan tetap berlangsung pekan depan.

Kubat mengungkapkan, pihak sekolah memanfaatkan fasilitas penunjang yang ada untuk sementara waktu.

“Kegiatan belajar mengajar sementara dialihkan ke ruang kantor dan perpustakaan. Saya berharap sekolah ini segera direhabilitasi,” pungkasnya.

Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi