SAMPANG • Petani garam di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kini terus berbenah.

Demi mendongkrak kualitas, mereka mulai konsisten menerapkan teknologi alas membran dalam proses produksi.

Langkah tersebut terbukti ampuh, kristal garam yang dihasilkan kini jauh lebih bersih, putih dan padat.

Tidak hanya di lahan produksi, proses pembersihan ketat juga diterapkan saat pengangkutan.

Upaya ekstra ini demi memenuhi standar mutu tinggi dari industri penyerap, salah satunya PT Sumatraco.

Ali Hosen petani garam di Sampang mengungkapkan, pentingnya menjaga kebersihan sejak dari petakan tambak hingga ke wadah penyimpanan.

“Kebersihan saat garam dimasukkan ke dalam karung itu sangat menentukan mutunya,” ujar Ali, Minggu (11/10/2026).

Ia menambahkan, para petambak kini tidak lagi asal dalam mengemas hasil panen.

“Sebelum dimuat ke truk, kotoran di bagian bawah tumpukan pasti kami buang dan dibersihkan kembali,” jelas Ali.

Usaha keras para petambak ini pun membuahkan hasil manis. Pihak PT Sumatraco menyambut positif peningkatan kualitas garam lokal.

Muhammad Ishak perwakilan PT Sumatraco menegaskan, perusahaan siap memberikan apresiasi lebih untuk hasil panen berkualitas tinggi.

“Karena dengan kualitas yang bagus tersebut, kita juga bisa memberikan harga yang bagus juga,” ujarnya.

Ishak menambahkan, standar ini diterapkan demi menjaga mutu olahan garam industri yang berkesinambungan.

“Karena mutu bahan baku yang stabil akan saling menguntungkan kedua belah pihak,” imbuhnya.

Menurut Ishak, kepastian kualitas dari petani garam membuat komitmen penyerapan hasil panen oleh pihak industri berjalan semakin lancar.

“Selama kualitasnya terjaga, kami siap terus bermitra dan menyerap garam lokal Sampang,” pungkasnya.

✅ Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi