BANGKALAN • Hari Pelanggan Nasional 2026 menjadi momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk menghadirkan pelayanan yang tak sekadar berorientasi pada pemberian manfaat finansial.

Melalui Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA), BPJS Ketenagakerjaan membekali para ahli waris peserta dengan keterampilan yang diharapkan mampu menjadi modal untuk membangun usaha mandiri.

Kegiatan tersebut digelar di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bangkalan, Rabu (9/9/2026), dan diikuti 25 penerima manfaat yang merupakan ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Pelatihan dibuka Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan, Lutfiana Lukman Hakim. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan keterampilan mengolah hasil budidaya lele menjadi produk makanan bernilai ekonomi, seperti nugget lele dan bubble crispy lele.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madura, Dwi Bhakti Indra Fitriawan menyampaikan, program PEKA merupakan bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat yang lebih luas kepada penerima manfaat.

Pria yang akrab disapa Indra itu mengatakan, perlindungan peserta tidak hanya diwujudkan melalui manfaat finansial, tetapi juga melalui pemberdayaan agar penerima manfaat memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan.

“Harapannya, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini bisa dikembangkan menjadi usaha mandiri dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Indra berharap para peserta tidak berhenti pada proses pelatihan. Keterampilan mengolah produk berbahan dasar lele tersebut diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru yang memiliki nilai ekonomi.

Sementara itu, Wakil Kepala Wilayah Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Zakiyah menyampaikan, program PEKA diharapkan benar-benar memberikan dampak bagi penerima manfaat.

Keterampilan yang diberikan, kata dia, dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Bahkan, apabila berkembang, usaha tersebut berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan, Lutfiana Lukman Hakim, mengapresiasi program yang digelar bertepatan dengan momentum Hari Pelanggan Nasional tersebut.

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi menjadi langkah penting untuk membantu para penerima manfaat memiliki bekal keterampilan dan meningkatkan kemandirian.

“Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menghasilkan dan mengembangkan usaha,” ungkapnya.

Lutfiana berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan dapat menjadi awal bagi peserta untuk mengembangkan produk olahan lele secara berkelanjutan.

Momentum Hari Pelanggan Nasional pun diharapkan menjadi pengingat bahwa pelayanan kepada peserta bukan hanya soal memberikan hak dan manfaat, tetapi juga menghadirkan program yang mampu memberikan nilai tambah bagi kehidupan peserta dan keluarganya.

“Melalui PEKA, BPJS Ketenagakerjaan berupaya menjadikan manfaat perlindungan sebagai pijakan bagi penerima manfaat untuk bangkit, produktif, dan semakin mandiri secara ekonomi,” pungkas Indra.

Penulis: Syafin
✅ Editor: Redaksi