MADURA • BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Madura terus memperkuat upaya optimalisasi kepesertaan dan kepatuhan pemberi kerja.

Berbagai kegiatan dilakukan secara langsung di lapangan, mulai dari penagihan piutang iuran, sosialisasi kepada nelayan, hingga pembinaan perusahaan penyedia jasa tenaga kerja.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura Dwi Bhakti Indra Fitriawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan berjalan secara optimal.

Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni penagihan piutang iuran ke Dhepor Ngapote. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan perusahaan atau pemberi kerja dalam memenuhi kewajiban pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Selain penagihan, BPJS Ketenagakerjaan juga aktif memperluas edukasi kepada pekerja sektor informal.

Salah satunya melalui sosialisasi kepada nelayan di wilayah Camplong, yang dilaksanakan berkolaborasi dengan wadah Perisai dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).

Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para nelayan mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, mengingat pekerjaan di sektor kelautan memiliki berbagai risiko dalam aktivitas sehari-hari.

“Kami terus berupaya mendekatkan layanan dan edukasi kepada seluruh pekerja, termasuk pekerja sektor informal seperti nelayan. Perlindungan jaminan sosial sangat penting karena risiko pekerjaan dapat terjadi kapan saja,” ujar Indra.

Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu strategi penting untuk memperluas cakupan perlindungan.

Peran Perisai dan organisasi seperti HNSI diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi mengenai manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja.

Tidak hanya menyasar pekerja, BPJS Ketenagakerjaan juga melakukan pembinaan kepada perusahaan outsourcing PT Jaya Makmur sebagai penyedia jasa tenaga kerja PT Garam.

Pembinaan tersebut dilakukan untuk memastikan perusahaan penyedia tenaga kerja memahami dan menjalankan kewajibannya dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pekerja.

“Pembinaan kepada perusahaan juga menjadi bagian penting. Kami ingin memastikan pekerja yang berada dalam hubungan kerja mendapatkan perlindungan sesuai ketentuan, sehingga hak-hak pekerja dapat terpenuhi dengan baik,” jelasnya.

Indra menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kepesertaan, tetapi juga memastikan keberlanjutan perlindungan melalui kepatuhan pembayaran iuran dan tertib administrasi pemberi kerja.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Madura berharap semakin banyak pekerja, baik formal maupun informal, memperoleh perlindungan dari risiko kecelakaan kerja, kematian, maupun jaminan hari tua.

“Kami akan terus hadir di lapangan, melakukan edukasi, penagihan, maupun pembinaan. Tujuannya satu, memastikan semakin banyak pekerja di Madura mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” pungkasnya.

Penulis: Syafin
✅ Editor: Redaksi