SAMPANG • Ancaman peredaran narkoba terhadap generasi muda di Kecamatan Omben mendapat perhatian serius kepolisian.

Polres Sampang bergerak cepat menggandeng para ulama’, untuk membendung bahaya barang haram tersebut.

Hal itu terlihat saat acara “Ngopi Bareng” bersama tokoh ulama dan masyarakat di kediaman tokoh setempat, Rabu (21/10/2026) sore.

Kegiatan tersebut dikemas untuk mempererat tali silaturahmi, sekaligus menjaga kondusivitas wilayah.

Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto mengatakan, memberantas narkoba membutuhkan peran aktif masyarakat.

Ia menegaskan, polisi dan ulama’ harus berdiri di barisan terdepan.

“Terkait masalah narkoba, kita semua sepakat anti narkoba,” tegas Anang.

Guna menekan ruang gerak peredaran narkoba, kepolisian bakal menggelar sosialisasi intensif.

Sasarannya, sebut Anang, yakni lembaga pendidikan umum dan lingkungan pondok pesantren.

”Langkah preventif ini akan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) serta instansi terkait,” ujarnya.

Instruksi tegas pun langsung diberikan kepada kepolisian sektor setempat di hadapan para tokoh.

“Silahkan Pak Kapolsek Omben jadwalkan sosialisasi bahaya narkoba di pondok pesantren maupun sekolah,” perintah Anang.

Kondisi maraknya ancaman narkoba di kalangan remaja diakui memicu kekhawatiran masyarakat.

Langkah cepat aparat kepolisian dalam merespons isu ini disambut hangat para tokoh ulama’.

Kiai Zahir Fanani, tokoh agama di Omben menyampaikan keresahan warga terkait bahaya narkoba.

Ia menilai, kehadiran aparat kepolisian memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Kami resah dengan masalah narkoba. Kami menyambut baik kehadiran Pak Kapolres,” ungkap Kiai Zahir.

Selain ancaman narkoba, Anang turut menyinggung penegakan hukum dan potensi konflik sosial.

“Maka dari itu, kita bisa menjaga ketertiban serta menghindari aksi main hakim sendiri,” imbau eks Kapolres Sumenep ini.

Menurut Anang, peran ulama dinilai sangat vital dalam meredam potensi gesekan di tengah masyarakat.

Pendekatan secara persuasif diharapkan mampu menyelesaikan setiap persoalan.

“Kami berharap para tokoh ikut memberikan pemahaman agar masalah tidak diselesaikan dengan kekerasan,” harapnya.

Tak hanya fokus pada isu kejahatan, polisi kelahiran asal Pamekasan ini juga merespons keluhan warga ihwal kemacetan.

“Titik kemacetan rutin di Pasar Omben setiap hari Senin dan Kamis bakal segera ditangani,” tandas Anang.

Maka dari itu, personel lalu lintas siap diterjunkan untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar.

“Soal kemacetan, pengamanan personel akan dimaksimalkan. Jika perlu, kita turunkan Polantas,” pungkasnya.

✅ Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi