Kades, Tokoh Masyarakat, dan Ketua Pengurus KDKMP di Sampang Ingatkan Agrinas Tidak Monopoli Karyawan
Sampang • Polemik isu penetapan calon karyawan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dikabupaten Sampang mendapatkan perhatian serius dari berbagai kalangan, diantaranya Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan Ketua Koperasi
Langkah serius itu dibuktikan dengan adanya pertemuan yang dilakukan bersama guna menyikapi adanya isu penetapan calon karyawan KDKMP yang dinilai tiba-tiba tanpa ada kejelasan mikanisme proses rekrutmen
Fauzi, Kepala Desa Pakalongan kecamatan Sampang mengaku sangat kecewa terhadap hal tersebut, dirimya merasa perjuangan yang dilakukan dari awal tidak dihargai
“Kami disini berkumpul ingin menyampaikan aspirasi penolakan terhadap calon karyawan yang ternyata tak pernah kita tau sebelumnya”,ujar Fauzi, Sabtu (31/10/26)
Fauzi mengaku bahwa tidak hanya dirinya yang merasa kecewa, tapi puluhan Kepala Desa lainnya juga akan menyatakan sikap terhadap polemik tersebut
“Hari ini kita lakukan pertemuan awal, berikutnya puluhan Kepala Desa yang sudah memiliki gerai KDMP pasti bergabung”,ujarnya
Fauzi menambahkan pihaknya melakukan protes bukan tidak mendukung program nasional pemerintah, namun perlu adanya perbaikan sistem dan etika komunikasi terutama agar menjaga solidaritas dari berbagai elemen demi kesuksesan program tersebut
“Ini kan aneh, dari awal sudah kita fasilitasi, kita bantu, kok tiba-tiba calon karyawan sudah ada, disiapkan, sedangkan kami belum diajak diskusi”,imbuhnya
Fauzi berharap Agrinas segera meninjau ulang dan merubah sistem tersebut sebelum terlambat, karena menurutnya hal tersebut bisa memicu konflik
“Pernyataan sikap awal kami, kita akan sampaikan aspirasi kami melalui Ketua Dewan Koperasi Daerah agar disampaikan ke Agrinas”,tuturnya
Ditempat yang sama H Abd Hamid tokoh masyarakat sekaligus mantan Kepala Desa Jelgung mengaku kaget dengan polemik yang berkembang itu
Awalnya dirinya mengaku tidak percaya, namun setelah mencoba berkomunkasi dengan salah satu pihak, dirinya sadar bahwa itu bukan hanya sebatas isu belaka
“Kita lakukan komunikasi, ternyata memang benar adanya”,imbuhnya
Melihat hal tersebut Abd Hamid mengaku prihatin, dirinya mengaku wajar jika hal tersebut menimbulkan riak gelombang protes
Sebagai tokoh masyarakat yang peduli terhadap kondusifitas desa, Abd Hamid hanya bisa menyarankan agar Agrinas lebih hati-hati, karena jika salah bisa berakibat fatal dan dapat menimbulkan permaslahan baru
Senada dengan H Abd Hamid, Samhuji tokoh masyarakat sekaligus mantan Kepala Desa Nyiloh kecamatan Kedungdung
Samhuji juga mengingatkan agar Agrinas segera mengambil langkah dengan mempertimbangkan kondusivitas ditingkat bawah
“Sebagai tokoh masyarakat, hanya ingin mengingatkan agrinas agar segera mengambil langkah dengan mempertimbangkan kondusivitas ditingkat bawah”,jelasnya
Sementara Heri ketua KDKMP desa Robatal mengatakan bahwa dirinya juga mengaku kecewa, dirinya bersama puluhan ketua pengurus KDKMP lainnya sudah siap untuk ikut bersama menyuarakan protes demi terwujudnya tujuan awal pendirian koperasi
“Kami kecewa, dan kami bersama puluhan ketua KDKMP sudah siap untuk menyuarakan kritik demi kemajuan koperasi didesa”,ujarnya.
Sementara upaya konfirmasi yang dilakukan tim media terhadap Diskopindag Sampang dan PIC Jawa Timur belum mendapatkan tanggapan.


