Menteri Pertanian Lepas 8.160 Ton Tepung Kelapa Dari Gorontalo

- Jurnalis

Jumat, 1 Februari 2019 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi, MP Amran Sulaiman di Gorontalo saat melepas secara simbolis 8.160 ton tepung kelapa.

Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi, MP Amran Sulaiman di Gorontalo saat melepas secara simbolis 8.160 ton tepung kelapa.

Limboto, (regamedianews.com) – Kehadiran Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi, MP Amran Sulaiman di Gorontalo merupakan yang ke sembilan kalinya selama empat tahun terakhir. Selain melepas ekspor 8.160 Ton Tepung Kelapa PT. Royal Coconut, Amran juga menghadiri Panen Jagung di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.

Ekspor tepung kelapa perdana di Tahun 2019 ini akan di kirim ke Hamburg – Jerman dengan destinasi Tiongkok, Hamburg dan Amsterdam. Geliat ekspor kelapa Gorontalo menurut Amran menjadi pertanda baik bagi indonesia yang terkenal sebagai produsen kelapa nomor satu dunia. Ia menyebut ekspor kelapa saat ini mencapai 1,9 juta Ton.

Baca Juga :  Rahmijati Jahja: Ketahanan Keluarga Hal Penting Untuk Mengatasi Masalah Narkoba

Baca juga Menteri Pertanian Puji Produksi Jagung Gorontalo

“Bisa di bayangkan PT. Royal Coconut ini ekspor ke 80 negara, hari ini kita ekspor ke Jerman, ini sangat luar biasa mengangkat kesejahteraan petani”, ujar Amran, Kamis (31/01/2019).

Sebagai negara penghasil kelapa, Amran menilai Provinsi Gorontalo layak memiliki lebih banyak industri kelapa yang berpusat di pedesaan. Amran berharap tiga produsen kelapa Gorontalo bisa mengembangkan pabriknya di Kabupaten lain.

Baca Juga :  Dishub Sebut Sejumlah OPD Sampang Belum Setor Rekap Pajak Kendaraan Dinas

Baca juga Dinas Pertanian Bangkalan Beri Bantuan 400 Bibit Kelapa di Kegiatan Non Fisik TMMD

“Ekspor kelapa meningkat. Dulu 2014, 1,3 Juta Ton sekarang 1,9 Juta Ton. Berarti meningkat 5,2 persen. Inflasi pangan kita dari 10 persen menjadi 1,2 persen. Inflasi total dulu sebelum serah terima jabatan bapak Presiden Jokowi, itu 8 persen sekarang menjadi 3,15 persen,” tutup Mentan. (onal)

Berita Terkait

Masalah Ekonomi Pemicu Melonjaknya Perceraian di Pamekasan
Diskominfo Bangkalan Jadi Rujukan Transparansi Digital
Bupati Sampang: Anggaran Terbatas, Jaminan Kesehatan Harus Tetap Jalan
Pamekasan Darurat Perceraian, 1.694 Kasus Masuk Pengadilan Agama
Musrenbang Banyuates, Ra Mahfudz Beberkan 4 Prioritas Sampang 2027
Lecehkan Atlet, KBI Bangkalan Desak Ketua Pengprov Jatim Dicopot
Blak-Blakan! Kades Waru Barat ‘Semprot’ PDAM Depan Bupati Pamekasan
Resmi Dilaunching, SPPG Torjunan Komitmen Sajikan Menu Higienis

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:43 WIB

Masalah Ekonomi Pemicu Melonjaknya Perceraian di Pamekasan

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:48 WIB

Diskominfo Bangkalan Jadi Rujukan Transparansi Digital

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:49 WIB

Bupati Sampang: Anggaran Terbatas, Jaminan Kesehatan Harus Tetap Jalan

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:07 WIB

Pamekasan Darurat Perceraian, 1.694 Kasus Masuk Pengadilan Agama

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:08 WIB

Musrenbang Banyuates, Ra Mahfudz Beberkan 4 Prioritas Sampang 2027

Berita Terbaru

Caption: atap rumah warga Sampang ambruk usai diterjang hujan disertai angin kencang, (sumber foto: BPBD Sampang).

Peristiwa

Angin Kencang Terjang Sampang, Belasan Rumah Rusak

Minggu, 1 Feb 2026 - 23:03 WIB

Caption: atap dan dingding rumah warga Pamekasan ambruk usai diterjang angin kencang, (sumber foto: BPBD Pamekasan).

Peristiwa

21 Titik di Pamekasan Disapu Angin Kencang

Minggu, 1 Feb 2026 - 21:08 WIB

Caption: api tampak membesar dan membakar mobil sedan BMW di tepi jalan raya Desa Ketapang Daya, (dok. Harry Rega Media).

Peristiwa

Mobil BMW Ludes Terbakar di Ketapang Sampang

Sabtu, 31 Jan 2026 - 23:24 WIB

Caption: konferensi pers, Pengadilan Agama Pamekasan ungkap kasus angka perceraian selama tahun 2025, (dok. Kurdi Rega Media).

Daerah

Masalah Ekonomi Pemicu Melonjaknya Perceraian di Pamekasan

Sabtu, 31 Jan 2026 - 20:43 WIB