Sampang,- Meningkatnya jumlah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi atensi Pemerintah Desa Rongdalam, Kecamatan Omben.

Maka, untuk mengantisipasi mewabahnya penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini, Pemdes setempat bersama lintas sektor melakukan deteksi dini.

Dalam kegiatan tersebut, petugas kesehatan Puskesmas Jrangoan memberikan penyuluhan, tentang penyakit DBD dan pemberian abate (obat pembasmi jentik nyamuk).

Disela lain, PJ Kepala Desa Rongdalam Haironi Rahmat juga menyampaikan himbauan kepada warga, agar mengantisipasi dan mencegah mewabahnya penyakit DBD.

“Warga juga harus waspada terhadap DBD, karena merupakan penyakit yang mudah menular melalui gigitan nyamuk,” ujar Rahmat melalui regamedianews,  Sabtu (04/05/2024).

Oleh karenanya, sesuai yang disampaikan petugas kesehatan, mari terapkan 3M Plus, yaitu menutup dan menguras penampungan air serta mendaur ulang barang bekas.

“3M Plus merupakan tindakan paling ampuh dan jitu, untuk memberantas nyamuk. Warga Rongdalam harus betul-betul waspada terhadap penyakit DBD ini,” tandasnya.

Lebih lanjut Rahmat mengungkapkan, menurut Dinas Kesehatan sejak bulan Januari hingga April tahun 2024, pasien DBD di Kabupaten Sampang mengalami peningkatan.

“Maka dari itu, kita segera melakukan deteksi dini terhadap warga, diantaranya dengan memberikan himbauan melalui penyuluhan, serta pemberian abate,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jrangoan dr.Noura Febrina berharap, dengan adanya kegiatan penyuluhan tersebut, dapat menurunkan angka pasien penyakit DBD.

“Oleh karenanya, mari cegah DBD dengan menerapkan 3M, yaitu menutup dan menguras penampungan air serta mendaur ulang barang bekas,” imbaunya.

Kendati demikian, dr.Noura juga berharap adanya kegiatan penyuluhan dan deteksi dini, warga Desa Rongdalam dijauhi dan tidak ada yang terkena penyakit DBD.

“Karena penyakit DBD ini merupakan penyakit yang perlu diwaspadai dan membahayakan. Terlebih, disaat peralihan musim seperti sekarang ini, DBD rentan penularan,” pungkasnya.