PAMEKASAN • Pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menggandeng Kodim 0826 Pamekasan kerja bakti di Pantai Branta.

Aksi tersebut menyasar sampah plastik dan limbah rumah tangga yang mencemari pesisir, Jumat (24/4/2026).

Pantauan di lokasi, puluhan mahasiswa dan personel TNI bahu-membahu menyisir garis pantai.

Sampah yang terkumpul langsung dipilah kedalam karung, untuk mempermudah proses pengolahan.

Presiden Mahasiswa UIN Madura, Gufron, menyebut aksi ini bukan sekadar seremoni.

“Ini wujud nyata komitmen mahasiswa dalam menjaga ekosistem pesisir Pamekasan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berkutat di ranah akademik.

“Kami hadir secara nyata untuk memberikan kontribusi bagi lingkungan,” tegasnya.

Gufron mengungkapkan, ia merasa prihatin dengan dominasi sampah plastik di Pantai Branta.

Menurutnya, jika dibiarkan, tumpukan sampah tersebut akan merusak biota laut dan kesehatan masyarakat sekitar.

“Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi warga lokal,” tandasnya.

Harapannya, imbuh Gufron, masyarakat semakin sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan ke laut.

Disisi lain, ia memuji dukungan penuh dari pihak Kodim 0826 Pamekasan.

Baginya, kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk mengatasi persoalan sampah yang kompleks.

“Dukungan TNI membuat gerakan ini lebih terorganisir. Kami berharap sinergi ini berlanjut ke wilayah-wilayah lain di Pamekasan,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Kodim 0826 Pamekasan mengapresiasi inisiatif positif para mahasiswa.

“Kami siap selalu mendukung kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi warga,” ujarnya.

Aksi bersih-bersih ini diharapkan memicu komunitas lain untuk melakukan hal serupa.

“Menjaga kebersihan bumi, tanggung jawab kolektif yang harus dimulai sekarang,” pungkasnya.

Untuk sekadar diketahui, dalam kegiatan tersebut DEMA UIN Madura tidak hanya mengandeng TNI, melainkan juga melibatkan anggota Polri. [krd]