Sampang,- Dugaan kebocoran retribusi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menjadi atensi LSM Barisan Independen Nusantara (BIN).

Pasalnya, retribusi tersebut dinilai kurang jelas alurnya. Hal itu diungkap ketua LSM BIN Jawa Timur, Syamsul Arifin, saat hendak audiensi ke Dishub Kabupaten Sampang, Senin (05/06/2023) kemarin.

Namun, ironisnya audiensi gagal, lantaran orang nomor satu di lingkungan kantor Dishub Sampang menggagalkan jadwal audiensi, dan terkesan menghindar.

Ketua LSM BIN Sampang Jawa Timur, Syamsul Arifin menegaskan, sebenarnya audensi tersebut merupakan bentuk kontribusi pihaknya, terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

“Selain itu, juga sebagai wujud dalam membangun perkembangan Sumber Daya Alam (SDA). Tapi, audiensi_nya gagal lantaran Plt Kepala Dishub tidak ada ditempat,” ujar Arifin, Selasa (06/06).

Menurutnya, hal seperti ini yang membuat kesalahpahaman antara lembaga dengan dinas terkait, sehingga masyarakat beranggapan dan menilai negatif terhadap pihaknya (LSM, red).

“Kami kecewa terhadap Dishub Sampang, atas gagalnya audiensi. Namun, dalam hal ini menjadi tanda tanya besar bagi kami, tentang retribusi tersebut,” cetus Syamsul Arifin.

Padahal, imbuh pria akrab disapa Arif ini, surat pemberitahuan audiensi sudah dilayangkan jauh hari sebelumnya, namun selama terkirimnya surat tidak ada tanggapan dan tidak diindahkan.

“Kendati demikian, kami tidak pesimis dan berharap Plt Kepala Dishub Sampang, bisa menjadwalkan agenda audiensi terkait alur retribusi, meski saat ini terkesan tidak profesional,” pungkasnya.

Terpisah, dikutip dari salah satu media, Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Yulis Juwaidi, saat dikonfirmasi, mengarahkan agar konfirmasi kepada kepala bidangnya.

“Langsung saja ke Kabidnya,” tulis singkat Yulis Juwaidi, melalui pesan whatsappnya.