Pamekasan Darurat Kekerasan Seksual, GMNI Pasang Badan
PAMEKASAN • Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Pamekasan, memberikan pernyataan keras terkait maraknya kasus kekerasan seksual di wilayahnya.
Hal ini disampaikan Syaifus Syuhada, dalam forum Focus Group Discussion (FGD) “Sarinah Care Center”, Kamis (07/05).
Ia menegaskan, GMNI tidak akan tinggal diam melihat situasi Pamekasan yang sedang darurat perlindungan perempuan dan anak.
Melalui Bidang Kesarinahan, pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan penuh bagi para korban.
Dalam pernyataannya, Syaifus secara terbuka mengecam para pelaku pelecehan yang meresahkan warga.
Ketua GMNI Pamekasan ini menilai tindakan asusila tidak bisa ditoleransi dengan alasan apapun.
“Kami mengecam keras atas terjadinya kasus asusila dan pelecehan yang terjadi selama ini. Hal ini sudah menjadi keprihatinan bersama,” tegas Syaifus.
Lebih lanjut ia memastikan, program “Sarinah Care Center” bukan sekadar seremoni.
Menurutnya, program tersebut disiapkan sebagai benteng pertahanan bagi perempuan dan anak yang mengalami trauma atau ketidakadilan hukum.
“Jika terjadi hal serupa, maka kami siap mengawal dan mengusut kasus tersebut. Itulah tujuan utama kami,” tandasnya.
Syaifus juga mengingatkan, pemerintah dan instansi terkait agar tidak lembek dalam menegakkan aturan.
Menurutnya, pemahaman hukum harus sampai ke masyarakat agar pelaku merasa diawasi dan korban merasa dilindungi.
“Tujuannya agar masyarakat tahu, pemerintah memiliki kewajiban untuk menegakkan aturan hukum terhadap pihak yang merugikan korban. Jangan ada pembiaran,” pungkasnya. [krd]


