Warga Miskin Pamekasan Luput Dari Bansos Akibat Salah Data

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: tim lintas OPD terkait saat mendatangi rumah Rudiyanto, di Rongkarong Gladak Anyar Pamekasan, (dok. Kurdi Rega Media).

Caption: tim lintas OPD terkait saat mendatangi rumah Rudiyanto, di Rongkarong Gladak Anyar Pamekasan, (dok. Kurdi Rega Media).

Pamekasan,- Nasib memilukan dialami Rudiyanto, warga Rongkarong Gladak Anyar, Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Meski hidup miskin dan tinggal di rumah tak layak huni, namanya tidak tercatat sebagai penerima satu pun bantuan sosial (bansos) pemerintah.

Berdasarkan hasil verifikasi data bansos per Januari 2026, Rudiyanto tidak terdaftar dalam berbagai skema perlindungan sosial.

Mulai dari bantuan permakanan, bantuan yatim piatu, PBI-JK/PBI JKN Desember 2025, Program Keluarga Harapan (PKH), hingga Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Ironisnya, data desil kesejahteraan Pemkab Pamekasan, Rudiyanto masuk kelompok desil 5–10, kategori masyarakat dianggap relatif mampu.

Kondisi di lapangan justru bertolak belakang. Saat tim lintas instansi mendatangi rumahnya, Rabu (14/1/2026).

Tempat tinggal Rudiyanto terlihat sempit dan belum sepenuhnya berdinding tembok, dan bagian belakang rumah masih berupa anyaman bambu.

Dirinya hidup bersama istri dan satu anak kandung. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja sebagai kuli bangunan.

Baca Juga :  Polres Bangkalan Sweeping Massa People Power Tolak Ke Jakarta

“Saya kerja ikut tukang, kalau ada panggilan ya berangkat. Kalau sepi, ya di rumah. Penghasilan juga tidak tentu,” ujar Rudiyanto.

Ia mengaku tidak mengetahui mengapa namanya tidak masuk dalam data penerima bantuan sosial. Padahal, kondisi ekonomi keluarganya jauh dari kata cukup.

“Saya tidak pernah merasa mampu. Rumah juga begini, anak masih sekolah. Tapi saya pasrah saja, mungkin belum rezeki,” tuturnya lirih.

Berdasarkan hasil asesmen Koordinator Bidang TRC Jaga Kota, material bangunan yang ada di rumah tersebut memang milik Rudiyanto.

Namun, masih menyisakan hutang sekitar Rp7 juta kepada pimpinan kelompok tukang bangunan tempat ia bekerja.

Asesmen itu juga meluruskan informasi terkait dua anak yatim yang disebut tinggal serumah.

Anak laki-laki usia taman kanak-kanak merupakan anak sambung, sementara seorang perempuan berusia 18 tahun adalah adik ipar Rudiyanto.

Menanggapi temuan tersebut, sejumlah unsur lintas organisasi perangkat daerah (OPD) langsung turun ke lokasi.

Baca Juga :  DPRD Sampang Enggan Tanggapi Kasus Gaji Perangkat Desa Pandiyangan

Hadir dalam peninjauan itu perwakilan Kecamatan Pamekasan, Kelurahan Gladak Anyar, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Permukiman, pendamping PKH, serta relawan Jaga Kota.

Sebagai langkah darurat, tim melakukan penggalangan donasi spontan yang berhasil menghimpun bantuan sebesar Rp1 juta.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, memastikan persoalan pendidikan anak langsung ditangani.

“Anaknya mulai besok sudah masuk SMPN 6 Pamekasan,” ujarnya.

Meski tidak masuk skema beasiswa, pihak sekolah akan memfasilitasi kebutuhan dasar pendidikan secara gratis.

“Mulai dari seragam sekolah, pramuka, hingga pakaian olahraga,”  imbuh Basri.

Ia menambahkan, penanganan kasus ini akan dilanjutkan secara terintegrasi oleh OPD terkait, termasuk pembaruan data kesejahteraan.

“Dinas Sosial bersama BPBD akan menindaklanjuti, termasuk pembaruan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), agar kedepan tidak ada lagi warga miskin luput dari perhatian,” pungkasnya.

Penulis : Kurdi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”
Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam
Buntut HET Pupuk-Hand Traktor Raib, Disperta KP Sampang Didemo
Dua Lansia di Sampang Menanti Perhatian Prioritas Pemerintah
Dandim Sumenep Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG
Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan
Polres-LBH Ansor Sumenep Komit Beri Pendampingan Hukum Gratis
PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik JLS Sampang

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:20 WIB

Warga Miskin Pamekasan Luput Dari Bansos Akibat Salah Data

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:37 WIB

Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:24 WIB

Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:03 WIB

Buntut HET Pupuk-Hand Traktor Raib, Disperta KP Sampang Didemo

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:49 WIB

Dua Lansia di Sampang Menanti Perhatian Prioritas Pemerintah

Berita Terbaru

Caption: Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto berjabat tangan dengan Kasat Reskrim AKP Doni Setiawan, usai memberikan piagam penghargaan, (dok. Kurdi Rega Media).

Hukum&Kriminal

Sukses Tangkap Jambret Maut, Reskrim Pamekasan Diganjar Reward

Rabu, 14 Jan 2026 - 18:40 WIB

Caption: ilustrasi, (dok. Syafin Rega Media).

Daerah

Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam

Rabu, 14 Jan 2026 - 14:24 WIB