SDN Batuporo Timur 1 Sampang Terancam “Gulung Tikar”

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nur Alam, saat diwawancara awak media, (dok. Harry Rega Media).

Caption: Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nur Alam, saat diwawancara awak media, (dok. Harry Rega Media).

Sampang,- Kedok “sekolah formalitas” di SDN Batuporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, akhirnya terbongkar.

Dinas Pendidikan (Disdik) setempat tidak menampik, fakta viralnya sekolah tersebut yang beroperasi tanpa siswa dan aktivitas KBM normal.

Akibatnya, sekolah negeri ini kini terancam “Gulung Tikar” atau penutupan permanen.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sampang, Nur Alam, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah memanggil seluruh tenaga pendidik dan kepala sekolah terkait.

Ia membongkar rentetan kejanggalan yang terjadi di lembaga pendidikan tersebut.

Nur Alam membenarkan, aktivitas belajar mengajar di SDN Batuporo Timur 1 tidak berjalan normal seperti sekolah pada umumnya.

Berdasarkan hasil klarifikasi, terungkap fakta miris bahwa siswa hanya hadir satu hari dalam seminggu.

“Faktanya, siswa itu hanya masuk ke sekolah setiap hari Jumat,” ujar Nur Alam saat dikonfirmasi awak media, Rabu (21/01/2026) sore.

Ironisnya, pada hari selain Jumat, para siswa ini justru bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta sekitar.

Baca Juga :  Harimau Serang Tim Patroli Hutan FKL di Aceh Selatan

Nur Alam menduga praktik ini merupakan sisa-sisa pola belajar masa pandemi yang tidak pernah dibenahi oleh pihak sekolah.

“Ini pola pasca pandemi. Saat itu siswa tidak masuk, dan setelah pandemi berakhir, mereka justru melanjutkan di MI,” ungkapnya.

Akan tetapi, administrasi kependudukan seperti KK dan NIK-nya tetap terdaftar resmi di SD tersebut.

“Ini yang membuat data Dapodik tetap valid meski lapangan kosong,” ungkap Nur Alam.

Terkait fasilitas Smart Panel bantuan pemerintah yang justru digunakan untuk memutar musik dangdut, Nur Alam memberikan teguran keras.

Baginya, kehadiran 7 orang guru di sekolah yang kosong tanpa murid, sebuah ironi besar dalam manajemen pendidikan.

“Memang ada tujuh guru yang hadir setiap hari, tapi proses belajar mengajar memang tidak ada,” bebernya.

Soal musik dangdut itu, kata Nur Alam, pihak sekolah mengakui alat tersebut diputar saat waktu senggang. Namun, ia tetap mengecam tindakan tersebut.

“Saya tegaskan, alat itu fungsinya menunjang belajar, bukan untuk hiburan pribadi,” jelasnya.

Baca Juga :  Korban Hilang di Danau Limboto Gorontalo, Berhasil Ditemukan Tim SAR

Bahkan terkait biaya listrik akibat penggunaan fasilitas tersebut, Nur Alam langsung menodong pertanggungjawaban pihak sekolah secara administratif.

“Soal anggaran listrik dari dana BOS untuk fasilitas itu. Mereka yang lebih tahu anggarannya digunakan untuk apa saja saat murid tidak ada,” tegasnya.

Ia menegaskan, pihaknya tidak mau main-main dengan marwah pendidikan di Kabupaten Sampang.

Nur Alam memastikan akan segera melakukan koordinasi lintas instansi dengan Kemenag untuk menyisir dugaan manipulasi data ganda (double data).

“Jika nanti terbukti ada data ganda dan orang tua siswa lebih memilih MI, maka keputusannya jelas: kami siap menutup SDN Batuporo Timur 1 secara permanen,” tegas Nur Alam.

Pihaknya juga telah menyiapkan skema pasca penutupan, agar anggaran negara tidak terus menguap sia-sia untuk sekolah yang tidak produktif.

“Jika ditutup, seluruh guru akan kami sebar ke sekolah-sekolah lain yang kekurangan tenaga pengajar,” pungkasnya.

Penulis : Harry

Editor : Redaksi

Berita Terkait

BPJS Ketenagakerjaan Sasar Tenaga Pendidik Madrasah di Sampang
IWO Pamekasan Fokus Kawal Pembangunan Madura
Wabup Pamekasan Minta Kades “Sat-Set” Eksekusi Keluhan Warga
Pemkab Sumenep Alokasikan Rp3,1 Miliar Perbaiki 125 RTLH
Wabup Pamekasan Dorong Aspirasi Warga Dituntaskan di Tingkat Desa
PCNU Sampang Matangkan Persiapan Harlah NU Ke-103
Skandal Siswa Fiktif SDN Batuporo Timur 1 Sampang Terkuak
BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Jamsos Tenaga Pendidik Madrasah di Bangkalan

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 12:25 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Sasar Tenaga Pendidik Madrasah di Sampang

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:09 WIB

SDN Batuporo Timur 1 Sampang Terancam “Gulung Tikar”

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:34 WIB

IWO Pamekasan Fokus Kawal Pembangunan Madura

Rabu, 21 Januari 2026 - 23:25 WIB

Wabup Pamekasan Minta Kades “Sat-Set” Eksekusi Keluhan Warga

Rabu, 21 Januari 2026 - 22:40 WIB

Pemkab Sumenep Alokasikan Rp3,1 Miliar Perbaiki 125 RTLH

Berita Terbaru

Caption: Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nur Alam, saat diwawancara awak media, (dok. Harry Rega Media).

Daerah

SDN Batuporo Timur 1 Sampang Terancam “Gulung Tikar”

Kamis, 22 Jan 2026 - 10:09 WIB

Caption: ilustrasi Ikatan Wartawan Online Kabupaten Pamekasan gelar rakerda, (dok. Kurdi Rega Media).

Daerah

IWO Pamekasan Fokus Kawal Pembangunan Madura

Kamis, 22 Jan 2026 - 08:34 WIB

Caption: realisasi program perbaikan RTLH ditandai dengan penyerahan secara simbolis Bupati Sumenep kepada warga penerima manfaat di Desa Gelugur, (sumber foto. Media Center Sumenep).

Daerah

Pemkab Sumenep Alokasikan Rp3,1 Miliar Perbaiki 125 RTLH

Rabu, 21 Jan 2026 - 22:40 WIB