BANGKALAN Pemerintah Kabupaten Bangkalan mulai mematangkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, diperkirakan akan tiba pada akhir April 2026 mendatang.

Melalui BPBD, pemerintah telah memetakan wilayah rawan kekeringan, guna penanganan krisis air bisa dilakukan lebih awal.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, M. Zainul Qomar, menyebut penanganan difokuskan pada 17 desa.

“Belasan desa tersebut tersebar di Kecamatan Konang, Geger, dan Kokop,” ujarnya.

Di Kecamatan Konang, desa prioritasnya adalah Galis Dajah, Kanagarah, Durin Barat, Durin Timur, dan Batu Kaban.

“Sementara di Kecamatan Geger meliputi Desa Kombangan, Lerpak, Banyior Dajah, Banyior Laok, Katol Barat, dan Dabung,” terangnya.

Untuk Kecamatan Kokop, mencakup Desa Lembung Gunung, Katol Timur, Ampara’an, Durjan, Bandang Laok, dan Mano’an.

“Wilayah ini menjadi fokus utama karena memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi,” ujar Zainul, Selasa (7/4/2026).

Pemerintah daerah telah menyiapkan skema distribusi air bersih secara konkret. Bantuan air akan dikirim secara bergilir ke desa yang mengalami krisis.

“Setiap wilayah terdampak akan mendapatkan dropping air secara berkala. Jadwal pengiriman disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan,” jelasnya.

Selain bantuan air, ungkap Zainul, Pemkab terus mendorong penguatan infrastruktur.

“Salah satunya melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM),” sebutnya.

Upaya ini dinilai sangat efektif mengurangi dampak kekeringan dibanding tahun sebelumnya. Beberapa daerah kini sudah memiliki sumber air alternatif.

Zainul optimistis jumlah wilayah terdampak kekeringan tahun ini akan menurun.

“Risiko krisis air diyakini bisa ditekan berkat persiapan yang lebih matang,” pungkasnya. (sfn)