SAMPANG • Teka-teki mengenai siapa pemimpin baru RSUD dr. Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang periode 2026-2031, akhirnya terjawab.

Bupati H. Slamet Junaidi resmi melantik Andy Andrian Hasan sebagai Direktur RSMZ yang baru, pada Jumat (5/6/2026) pagi.

Prosesi pelantikan digelar secara khidmat di Pendopo Trunojoyo, dan dihadiri sejumlah pejabat Pemkab setempat.

Pelantikan ini sekaligus mengakhiri persaingan ketat perebutan kursi nomor satu di rumah sakit pelat merah tersebut.

Dipilihnya Andy bukan tanpa alasan, dia dikenal memiliki pengalaman dalam manajemen berbagai rumah sakit di ibu kota.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menegaskan, penunjukan ini didasarkan pada kebutuhan mendesak akan penyegaran tata kelola.

“Pengangkatan Pak Andy bukan sekadar pergantian jabatan administratif biasa,” ujarnya saat sambutan.

Menurut H. Slamet Junaidi, langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemkab Sampang.

“Tentu untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang modern, responsif, profesional, serta berorientasi penuh pada kepuasan masyarakat,” tandasnya.

Dalam arahannya, Bupati Sampang ini menyampaikan ekspektasi tinggi kepada direktur yang baru dilantik.

“RSMZ harus menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat Sampang,” tegasnya.

Ia berharap, direktur yang baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan berintegritas.

“Tentunya mampu membawa perubahan nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Merespons amanah tersebut, Direktur RSMZ yang baru dilantik, Andy Andrian Hasan, memaparkan empat komitmen utamanya.

“Langkah pertama yang akan diambil adalah memangkas antrean pasien,” ujarnya.

Ia berencana melakukan business process re-engineering atau penataan ulang alur pelayanan.

“Hal ini agar masyarakat yang berobat tidak lagi mengalami penumpukan,” tandasnya.

Selain sistem, Andy juga akan berfokus pada peningkatan hospitality dan edukasi.

Petugas lini pertama seperti Satpam dan Resepsionis akan di-upgrade pengetahuannya.

“Tentu agar mampu mengarahkan dan melayani pasien dengan tulus dan profesional,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga akan meningkatkan teknologi dan kompetensi dokter, serta membuka kerjasama dengan luar daerah.

“Sekaligus berinvestasi pada alat kesehatan modern, demi memperluas jangkauan pasien hingga ke luar Madura,” paparnya.

Tidak hanya fokus pada pelayanan medis, Andy juga membawa strategi segar dalam efisiensi anggaran.

Ia berencana menggandeng Bank Sampang, untuk mempercepat termin pembayaran obat-obatan.

Melalui skema perbankan ini, pihak manajemen menargetkan mampu memotong biaya pembelian obat.

“Nantinya, profit margin dari efisiensi tersebut akan dialokasikan kembali untuk investasi alat medis baru,” pungkasnya.

Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi