Bea Cukai Madura Ingkar Janji Sidak Rokok Ilegal
PAMEKASAN – Aksi demo Forum Mahasiswa Pantura (Formatur) di depan Kantor Bea Cukai Madura memanas, Rabu (15/4/2026).
Massa menilai Bea Cukai mengingkari kesepakatan, terkait rencana inspeksi mendadak (sidak) bersama.
Sementara, massa aksi menuntut ketegasan Bea Cukai dalam menertibkan perusahaan rokok yang melanggar aturan.
Termasuk maraknya peredaran rokok ilegal yang dianggap sebagai dampak lemahnya pengawasan.
“Peredaran rokok ilegal kali ini tidak lepas dari kurang tegasnya penertiban oleh Bea Cukai,” ujar koordinator aksi, Hendra.
Awalnya, perwakilan Humas Bea Cukai Madura, Andru, menemui massa dan menyatakan akan meneruskan aspirasi tersebut kepada pimpinan.
Namun, massa mendesak agar sidak dilakukan saat itu juga dengan pengawalan mahasiswa.
Setelah berdiskusi, pihak Bea Cukai sempat menyetujui permintaan sidak bersama dan meminta waktu 30 menit.
Sebagai bentuk dukungan, massa aksi bahkan menggalang dana untuk operasional sidak tersebut.
Namun, pihak Bea Cukai kembali menyatakan sidak baru bisa dilaksanakan keesokan harinya.
“Sidak akan kami laksanakan besok, karena unit-unit lain sedang bertugas di lapangan,” dalih Andru di hadapan peserta aksi.
Keputusan penundaan tersebut langsung ditolak keras oleh massa aksi.
Hendra menilai, alasan yang disampaikan Bea Cukai tidak masuk akal dan menunjukkan ketidakseriusan.
Ia juga mencurigai, ada hal yang disembunyikan, sehingga enggan turun ke lapangan bersama mahasiswa.
“Tadi minta waktu sudah kami beri, soal administrasi harusnya bisa segera diselesaikan,” tegas Hendra.
Massa menyatakan mosi tidak percaya terhadap kinerja bagian penindakan Bea Cukai Madura.
“Kami akan terus kawal kasus ini, dan akan aksi demo kembali jika tuntutan kami tidak dipenuhi,” pungkasnya. (krd)


