BANGKALAN • Krisis pengelolaan sampah di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, memasuki babak baru yang memanas.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, dituding membuang sampah secara sepihak di lahan rencana kawasan Islamic Science Park (ISP), Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang.

Langkah tersebut, sontak memicu gelombang penolakan keras dari warga setempat.

Ironisnya, lokasi yang seharusnya menjadi pusat edukasi dan ikon kebanggaan Madura tersebut, kini justru mulai dipenuhi tumpukan sampah.

Setiap harinya, sekitar 15 truk sampah silih berganti membuang muatan di sana.

DLH disinyalir nekat menggunakan lahan warga, tanpa adanya persetujuan resmi dari pihak pemerintah desa maupun masyarakat terdampak.

Kepala Desa Sukolilo Barat, Muhammad Faiq, tidak tinggal diam. Ia secara resmi melayangkan surat keberatan kepada Pemkab Bangkalan.

“Dalam musyawarah tidak ada kesepakatan. Justru masyarakat menyampaikan banyak keluhan terkait dampak lingkungan dan kesehatan,” tegasnya, Rabu (6/5/2026).

Faiq menjelaskan, warga di Dusun Berek Lorong secara bulat menolak wilayahnya dijadikan tempat pembuangan.

“Mereka khawatir kualitas hidup akan menurun drastis, akibat pencemaran lingkungan yang mulai menghantui,” ujarnya.

Situasi ini mencerminkan rapuhnya perencanaan jangka panjang Pemkab Bangkalan dalam menangani sampah.

Pendekatan “darurat” dengan menggunakan lahan sementara dinilai bukan solusi, melainkan hanya memindahkan masalah ke halaman rumah warga.

“Disisi lain, masyarakat juga mempertanyakan nasib proyek strategis Islamic Science Park,” ungkap Faiq.

Jika tumpukan sampah terus dibiarkan, citra kawasan tersebut sebagai pusat peradaban dan edukasi terancam sirna sebelum sempat dibangun.

Ketiadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang layak di Bangkalan kini menjadi bom waktu.

“Jika DLH tetap memaksakan aktivitas pembuangan tanpa transparansi, dikhawatirkan akan terjadi gesekan fisik atau konflik sosial,” pungkas Faiq. [sfn]