PROBOLINGGO • Semangat kebersamaan terpancar jelas dari Suara Perempuan Sampang (SPS), Madura, Jawa Timur.

Komunitas ini baru saja menuntaskan agenda “Ziarah Religi & Eksplorasi Bromo”, pada Minggu hingga Senin (5-6 Juli 2026).

​Lebih dari sekadar wisata, perjalanannya ke Probolinggo tersebut membawa misi strategis.

Yakni memperkuat soliditas, sekaligus mengasah kapasitas ekonomi dan wawasan para anggota SPS.

​UMKM: Ujung Tombak Kesejahteraan Keluarga

​Ketua SPS Nyai Innani Almukarromah menjelaskan, perjalanan ini momen krusial untuk studi banding produk UMKM.

Ia menegaskan, visi komunitasnya untuk mencetak perempuan-perempuan tangguh yang mandiri.

​”Perempuan tidak hanya mampu mengurus rumah tangga, tetapi juga harus berdaya secara ekonomi,” ujarnya.

​Menurut Innani, perempuan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi.

“Melalui kolaborasi dan studi banding ini, diharapkan lahir inovasi baru yang dapat diterapkan di Sampang,” tandasnya.

​Peran Politik: Perempuan Harus Berdaya

​Tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi, SPS juga menegaskan eksistensi anggotanya di ranah publik.

Innani mendorong seluruh anggotanya agar lebih berani mengambil peran aktif.

“Tentu dalam menentukan arah masa depan bangsa, termasuk di kancah politik,” ungkapnya.

​Bagi Innani, kepemimpinan yang berpihak pada segmen perempuan adalah kunci utama kemajuan daerah.

“SPS harus tangguh dalam segala aspek,” tegasnya kepada Rega Media.

​Menjaga Martabat, Merawat Masa Depan

​Kegiatan yang memadukan sisi spiritual dan wawasan ini mencerminkan karakter perempuan Sampang yang visioner.

Innani menekankan, pentingnya menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas.

​”Kami berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya, sembari adaptif terhadap tantangan zaman,” ungkapnya.

​Dengan selesainya agenda ini, SPS Sampang menyatakan siap melangkah lebih jauh.

“Kami akan terus berkontribusi nyata untuk mewujudkan Sampang Hebat Bermartabat,” pungkasnya.

✅​ Penulis: Harry
Editor: Redaksi