SAMPANG • Setiap kali awan hitam mengantung di langit Desa Pasean, kecemasan selalu menyergap benak Hapipah. Bertahun-tahun lamanya, wanita paruh baya yang bermukim di Kampung Demui, Dusun Tasean, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang ini harus mengurut dada.

Gubuk kayu tempatnya berteduh sudah terlalu tua untuk menahan gempuran zaman. Atapnya yang lapuk tak lagi mampu membendung derasnya air hujan, sementara dinding kayunya yang renggang membiarkan angin malam menusuk hingga ke tulang.

Namun, mendung duka di Jalan Delima itu kini perlahan berganti terang. Suasana Kampung Demui yang biasanya hening, dalam beberapa hari terakhir mendadak berubah riuh dan penuh kehangatan.

Suara dentang cetok yang beradu dengan batu bata, ketukan palu, serta gelak tawa keakraban memecah kesunyian dusun. Di antara kepulan debu semen dan tumpukan material bangunan, sosok Serka Sugeng Triyono, personel Koramil 0828/01 Sampang Kota, tampak sibuk bekerja.

Seragam lorengnya yang basah oleh peluh, tak melunturkan semangatnya untuk terus meratakan adukan semen di dinding yang baru berdiri.

Pemandangan ini merupakan bagian dari program Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang digagas Kodim 0828/Sampang.

Bagi Serka Sugeng dan rekan-rekannya, pengerjaan rumah Hapipah bukan sekadar rutinitas dinas atau proyek fisik semata, melainkan misi kemanusiaan untuk merajut kembali tali harapan seorang warga yang hampir putus.

Dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar menahan haru, Hapipah mengungkapkan rasa syukurnya saat menyaksikan para prajurit TNI bekerja tanpa kenal lelah.

“Setiap kali pak tentara mampir ke sini, saya tidak bisa bicara apa-apa selain mengucapkan terima kasih. Dulu setiap kali hujan, saya bingung mencari tempat yang tidak bocor, gemetaran takut rumahnya roboh,” tutur Hapipah, Selasa (18/08/2026).

Caption foto: Berdiri kokoh, rumah Hapipah setelah selesai dibangun kembali melalui program Bakti TNI AD – Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Sekarang saya tidak menyangka, Gusti Allah mengirimkan bapak-bapak TNI yang sangat baik hatinya. Saya seperti bermimpi punya rumah yang kokoh seperti ini,” lanjutnya sambil mengusap air matanya yang menetes di pipi.

Tak hanya Hapipah yang merasakan kebahagiaan tersebut, kehangatan hubungan antara TNI dan rakyat juga terpancar kuat dari cara para prajurit merangkul warga sekitar tanpa jarak atau sekat formalitas.

“Tugas kami sebagai Babinsa bukan sekadar menjaga keamanan wilayah, tetapi juga hadir merangkul masyarakat yang sedang kesulitan. Senyum bahagia dan binar mata Bu Hapipah saat melihat rumahnya mulai berdiri kokoh adalah kepuasan batin yang tidak bisa dinilai dengan apapun. Ini bentuk pengabdian tulus kami untuk masyarakat Madura,” tutur Serka Sugeng dengan nada mantap di sela-sela pengerjaan atap.

Ketulusan dan kerja keras yang ditunjukkan personel Koramil 0828/01 Sampang Kota ini, rupanya menjadi pemantik energi positif yang luar biasa. Semangat gotong royong warga Dusun Tasean yang sempat tergerus zaman, kini menyala kembali dengan hebatnya.

Tetangga kanan-kiri secara sukarela bahu-membahu menyokong pengerjaan rumah tersebut. Ibu-ibu sekitar bergantian menyeduh kopi hangat dan menyiapkan penganan sederhana, sementara para pemuda ikut mengangkat pasir dan batu bata bersama prajurit TNI.

Serka Sugeng mengungkapkan, melalui bakti nyata di bumi Madura ini, ia ingin menegaskan kembali esensi sejati kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Dinding beton yang kini berdiri tegak di Jalan Delima, bukan sekadar bangunan pelindung dari terik matahari dan dinginnya hujan, melainkan sebuah monumen hidup tentang kepedulian, kebersamaan, serta ketulusan cinta prajurit TNI AD kepada rakyat,” tegasnya.

Penulis: Hariyanto
✅ Editor: Abd Basit