Merajut Kemanunggalan, TNI dan Warga Sampang Hadirkan Jembatan Garuda
SAMPANG • Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI bersama rakyat kembali bergelora di pelosok Pulau Madura. Hal ini membuktikan persatuan antara prajurit dan rakyat terus tumbuh dan menyatu demi kesejahteraan bersama.
Melalui kegiatan Karya Bakti Skala Besar (KBSB) bertajuk “TNI AD Untuk Rakyat di Pulau Madura”, prajurit Kodim 0828/Sampang bersama masyarakat berhasil merampungkan pembangunan Jembatan Garuda.
Infrastruktur penyeberangan yang kokoh berbahan beton tersebut berdiri di Dusun Ampenang, Desa Rapa Daya, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.
Sebelum jembatan ini hadir, mobilitas warga di kawasan tersebut terbilang terbatas dan penuh kendala. Pembangunan jembatan beton ini pun menjadi angin segar yang dinantikan warga, demi kelancaran aktivitas dan transportasi sehari-hari.
Komandan Koramil (Danramil) 0828/03 Omben Lettu Inf Murakip menegaskan, hadirnya Jembatan Garuda merupakan bukti nyata komitmen TNI AD untuk selalu berdiri di depan dalam membantu kesulitan rakyat.
“Pembangunan Jembatan Garuda bagian dari program Karya Bakti Skala Besar TNI AD di wilayah Madura. Ini bukti konkret, negara dan TNI selalu hadir untuk membantu rakyat,” ujarnya, Rabu (12/08/2026).
Murakip menjelaskan, pengerjaan jembatan tersebut lahir dari sinergi dan keringat bersama, antara anggota Koramil 0828/03 Omben dan warga Desa Rapa Daya yang bahu-membahu sejak awal pembangunan.
“Sejak proses penyiapan material, pengecoran, hingga finishing, prajurit kami bersama warga bergerak bersama. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa, mereka bergotong royong tanpa kenal lelah,” ungkapnya.
Menurut Murakip, Jembatan Garuda tidak sekadar menjadi sarana fisik penyeberangan, melainkan urat nadi penting bagi roda perekonomian dan interaksi sosial masyarakat di Desa Rapa Daya.
“Dampaknya sangat vital. Akses jalan kini jauh lebih aman dan cepat, baik untuk mengangkut hasil pertanian warga, akses anak-anak pergi sekolah, maupun aktivitas ekonomi harian lainnya,” jelasnya.

Antusiasme dan rasa syukur juga terpancar dari Ahmad (42) seorang warga Desa Rapa Daya, mengaku sangat bersyukur dan terharu atas selesainya pembangunan jembatan ini.
“Dulu kalau mau melintas atau mengangkut hasil tani lumayan sulit dan khawatir. Sekarang jembatannya sudah beton dan kokoh. Kami sangat berterima kasih kepada Pak TNI yang sudah bekerja keras bersama kami,” tuturnya.
Ahmad menambahkan, kehadiran para prajurit TNI di desanya memberikan suntikan semangat tersendiri bagi warga untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong.
“Bisa manunggal dan kerja bareng bapak-bapak TNI itu membuat warga tambah semangat. Jembatan ini benar-benar impian kami sejak lama,” ucapnya.
Menanggapi respon positif warga, Danramil Omben Lettu Inf Murakip berharap, jembatan yang kini tampil anggun dengan nuansa cat merah putih tersebut dapat dijaga dan dirawat bersama secara berkelanjutan.
“Semoga keberadaan Jembatan Garuda ini membawa manfaat jangka panjang, dan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat di Desa Rapa Daya dan sekitar,” pungkasnya.
✅ Penulis: Hariyanto
✅ Editor: Abd Basit


