SAMPANG • Polisi mengungkap tabir di balik pembunuhan NH (46), seorang nelayan di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

Pelaku berinisial AN (27), nekat menghabisi nyawa korban karena dipicu dendam masa lalu.

Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto menyebutkan, aksi nekat pelaku dilatarbelakangi rasa sakit hati atas kematian ibunya.

“Dari hasil pendalaman Satreskrim, motif utama pelaku adalah balas dendam terkait riwayat masa lalu,” ujarnya.

Peristiwa masa lalu tersebut, jelas Anang, melibatkan korban (NH) dengan orang tua pelaku.

“Kala itu, ibu pelaku menjadi korban penganiayaan berat oleh NH hingga meninggal dunia,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, korban sempat mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) untuk menjalani hukuman pidana.

“Dulu orang tua pelaku ini dianiaya korban sampai meninggal dunia. Korban sendiri sempat masuk Lapas dan dipenjara,” terang Anang.

Namun, rasa dendam AN ternyata tidak luntur, meski korban telah selesai menjalani masa hukuman di penjara.

Begitu korban bebas, anak dari mendiang korban penganiayaan tersebut langsung menyusun rencana.

“Pelaku menuntut balas atas kematian ibunya,” imbuh orang nonor satu di Mapolres Sampang itu kepada awak media.

Anang memastikan, antara pelaku dan korban tidak memiliki hubungan kekerabatan.

“Pelaku murni atas dasar dendam pribadi, hingga akhirnya nekat merencanakan aksi pembunuhan tersebut,” ujarnya.

Anang menambahkan, aksi pembunuhan berencana ini telah disusun matang oleh pelaku AN.

Sejak Agustus 2026 atau sebulan sebelum kejadian, AN terus mengintai dan mempelajari rutin keseharian korban

“Mulai dari jadwal melaut, rute jalan, hingga tempat parkir motornya,” jelasnya.

Polisi berpangkat dua melati ini membeberkan, aksi pelaku dimulai pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Pelaku berjalan kaki menuju lokasi kejadian di Jalan Proyek, Dusun Pesisir, Desa Dharma Camplong, dengan membawa celurit.

“Tiba di lokasi, pelaku melihat motor korban sudah terparkir. Kemudian bersembunyi dan menunggu korban,” jelas Anang.

Sekira pukul 02.00 WIB dini hari, korban selesai melaut sembari membawa timba berisi ikan dan berjalan mendekati motornya.

“Pelaku langsung keluar dari persembunyian, membuntuti dari belakang, lalu membacok korban,” pungkasnya.

Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi