Kunjungan Walikota Jakarta Timur Ajak Kader Jumantik Galakkan Gerakan PSN

- Jurnalis

Jumat, 8 Februari 2019 - 18:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungan Walikota Jakarta Timur (M. Anwar) ke Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, disambut ceria oleh warga.

Kunjungan Walikota Jakarta Timur (M. Anwar) ke Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, disambut ceria oleh warga.

Jakarta, (regamedianews.com) – Walikota Jakarta Timur M. Anwar meminta seluruh Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk lebih siaga, dalam memantau sarang jentik di wilayahnya. Sebab, ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) bakal meningkat pada musim penghujan.

“Saya minta agar para Kader Jumantik di semua Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur ini untuk lebih profesional. Mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan”, pinta Anwar saat memimpin Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Jumat (08/02/2019).

Jadi dengan itu, lanjut Anwar, ia beserta jajaranya meninjau langsung kewilayah, dalam mencegah dan menekan kasus DBD di Jakarta Timur. Mengingat hasil laporan yang ada, bahwa masih ditemukan kasus DBD. Dirinya pun mengimbau agar Jumantik agar lebih rajin mengontrol rumah dan lingkungan.

Baca juga Dialog Sadar Politik, PKB Ajak Kadernya Berpolitik Dengan Santun

”Nah, dengan ini saya minta para Jumantik terus mengedukasi masyarakat, agar mampu menjadi Jumantik mandiri, kalau perlu diadakan penggerebekan jentik seminggu tiga kali”, ujarnya.

Anwar juga mengatakan, Jumantik merupakan anggota masyarakat yang dilatih untuk memantau keberadaan jentik nyamuk, melaporkan kegiatan kepada puskesmas, dan menggerakkan masyarakat untuk menjalankan PSN dengan cara 3M Plus yaitu menguras, menutup penampungan air, mendaur ulang barang bekas, dan menghindari gigitan nyamuk.

Baca Juga :  Polisi di Bangkalan Diduga Tewas Bunuh Diri

“Gerakan ini bertujuan menurunkan angka penderita dan angka kematian akibat DBD dengan meningkatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat, berbasis keluarga untuk melakukan pencegahan,” paparnya.

Kendati demikian, Anwar juga mengajak masyarakat selain mewaspadai ancaman wabah penyakit DBD. Masyarakat juga sigap, tanggap dan galang dalam menjaga kenyamanan dan rasa aman di lingkungan masyarakat.

“Kita saat ini sudah memasuki kondisi cuaca ekstrem. Untuk itu saya juga meminta kepada masyarakat untuk kondisi lingkungan yang bersih aman dan tentram. Jika terjadi apa-apa segera lapor kepada RT/RW hingga Lurah dan Camat”, imbuhnya.

Sementara itu (Plt) Camat Cipayung Mamad memaparkan, gerebek jentik di TPU Pondok Ranggon oleh Jumantik, PKK dan unsur masyarakat lainnya serta didukung oleh gabungan PPSU se-Kecamata Cipayung sebanyak 240 orang, dan Tenaga PJLP TPU sebanyak 140 orang.

Baca juga Kapolres Bangkalan Ajak Kader PMII Perangi Informasi Hoax

“PPSU merupakan langkah untuk menurunkan kasus DBD di Wilayah Kec. Cipayung, oleh karena Cipayung urutan ke 2 Kasus DBD terbanyak se-DKI Jakarta. Mudah-mudahan dengan upaya ini kasus DBD di Kec. Cipayung bisa berkurang”, ungkapnya.

Baca Juga :  Resmikan Masjid Milik Pemkot, Walikota Cimahi: Pemerintah Harus Bersinergi Dengan Masyarakat

Dipilihnya TPU Pondok Ranggon karena merupakan IRnya yang tertinggi di Kecamatan Cipayung, selain itu area makam sangat luas juga berpotensi banyaknya jentik nyamuk DBD, hidup pada kendi-kendi atau vas bunga yg ada di semua makam di TPU Pondok Ranggon.

Selain itu Lurah Pondok Ranggon menambahkan, para Kader Jumantik ini sudah diberikan pembinaan, agar mereka dapat bekerja dengan rasa tanggung jawab yang tinggi.

Ketua RW. 03 Kelurahan Pondok Ranggon, Hasyim menyampaikan, dirinya berterimakasih banyak atas kehadiran Wali Kota di Kelurahan Pondok Ranggon ini. Menurutnya, dengan kunjungan Walikota dapat memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh warga.

”Terimakasih banyak Pak Walikota sudah hadir, ini merupakan support bagi kami, untuk lebih perduli dengan seksama dalam menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan”, pungkas Hasyim. (agil)

Berita Terkait

Warga Miskin Pamekasan Luput Dari Bansos Akibat Salah Data
Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”
Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam
Buntut HET Pupuk-Hand Traktor Raib, Disperta KP Sampang Didemo
Dua Lansia di Sampang Menanti Perhatian Prioritas Pemerintah
Dandim Sumenep Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG
Perkuat Basis, 600 Muslimat NU Kedungdung Dikukuhkan
Polres-LBH Ansor Sumenep Komit Beri Pendampingan Hukum Gratis

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:20 WIB

Warga Miskin Pamekasan Luput Dari Bansos Akibat Salah Data

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:37 WIB

Soal HET Pupuk, Petani Sampang Bisa Lapor ke “Halo Pak Amran!”

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:24 WIB

Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:03 WIB

Buntut HET Pupuk-Hand Traktor Raib, Disperta KP Sampang Didemo

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:49 WIB

Dua Lansia di Sampang Menanti Perhatian Prioritas Pemerintah

Berita Terbaru

Caption: Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto berjabat tangan dengan Kasat Reskrim AKP Doni Setiawan, usai memberikan piagam penghargaan, (dok. Kurdi Rega Media).

Hukum&Kriminal

Sukses Tangkap Jambret Maut, Reskrim Pamekasan Diganjar Reward

Rabu, 14 Jan 2026 - 18:40 WIB

Caption: ilustrasi, (dok. Syafin Rega Media).

Daerah

Dana Desa Bangkalan 2026 Terpangkas Tajam

Rabu, 14 Jan 2026 - 14:24 WIB