Membanggakan, Selain Peralihan Status Perguruan Tinggi, Miftahul Ulum Panyepen Juga Punya Klinik Kesehatan

  • Bagikan
RKH. Muddatsir Badruddin (kanan) didampingi beberapa tokoh nasional saat launching IAI-MU dan Klinik Pratama Al Miftah.

Pamekasan || Rega Media News

Dibawah pimpinan RKH. Muddatsir Badruddin Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen, Pamekasan, Madura, terus bersolek, tidak hanya secara fisik, namun dari segi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yakni dari segi pendidikan yang dikelola.

Hal tersebut terbukti pada Musyawarah Kubro ke 3 yang digelar pada Selasa (1/6/21), pada kegiatan tersebut dua acara besar juga dilaunching.

Yakni, peningkatan status Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAI-MU) menjadi Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAI-MU), serta launching layanan kesehatan bagi santri dan masyarakat sekitar klinik Pratama Al Miftah.

Salah satu pondok pesantren tua di Madura yang telah banyak melahirkan pesantren besar diberbagai daerah di seluruh nusantara itu, tak tanggung-tanggung dalam upaya mencetak santri dan memberikan pelayanan dengan konsep masa kini sesuai kebutuhan zaman.

Hadir dalam launching tersebut, sederetan tokoh nasional ternama diantaranya mantan Menteri Pendidikan yang saat ini menjadi ketua Dewan Pers Dr.H.Muhammad Nuh, DEA, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang sekaligus Rais aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH.Miftahul Akhyar, Prof.Dr.KH.Imam Suprayogo, Prof.Dr.KH.Nizar, Dr.Hanif Saha Ghofur, dan Prof.Dr.KH.Ahmad Imam Mawardi, MA.

Moh Abdullah Zain, Bidang Kesehatan Yayasan Al-Miftah mengatakan bahwa Klinik Kesehatan Al-Miftah juga akan melayani rawat inap dengan berbagai macam pengobatan, Baik medis atau non medis.

“Sesuai Dawuh kyai, Klinik Pratama Al-Miftah akan melayani pasien dengan berbagai macam pengobatan, Baik pengobatan medis atau terapi, Semuanya akan dilayani oleh petugas yang profesional di bidangnya,” ujarnya Selasa (01/06/21).

Tak hanya itu, Pondok Pesantren yang dikenal sebagai Pondok Pesantren pertama kali di Pamekasan yang berani mengadopsi pendidikan umum dengan pendidikan taman siswanya (setara SMP) pada tahun 80an tersebut kini juga mampu menunjukkan kwalitasnya dengan menaikkan status perguruan tinggi yang dibina dari beberapa tahun silam dari STAI menjadi IAI.

Dalam sambutannya RKH. Muddatsir Badruddin memaparkan pentingnya konsep ta’awun untuk kepentingan umat.

“Sekarang yang harus dikedepankan adalah sistem atau konsep Ta’awanu untuk kepentingan ummat,” ujarnya.

  • Bagikan
Klik disini??
Ada Informasi??
Selamat Datang Di regamedianews.com
Silhkan Sampaikan Informasi Anda !!!!