BANGKALAN • Keresahan warga akibat maraknya aksi pencurian sapi di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, kini mencapai puncaknya.

Sejumlah Kepala Desa bersama tokoh masyarakat dari Kecamatan Modung, Galis, Tanah Merah, dan Kwanyar secara kolektif mendatangi kepolisian setempat.

Mereka mendesak agar Polres Bangkalan segera membongkar tuntas sindikat pencurian hewan ternak (sapi) yang telah lama menghantui peternak.

Para tokoh desa menilai, rentetan aksi pencurian belakangan ini bukan lagi sekadar tindakan kriminal biasa atau sporadis.

Pola eksekusi yang digunakan sangat sistematis dan terorganisir, yang mengarah kuat pada keterlibatan jaringan besar lintas wilayah.

“Ini bukan pencurian biasa,” tegas Ketua Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kecamatan Modung, Bahrudin, Senin (20/4/2026).

“Ada dugaan kuat ini adalah sindikat besar yang beroperasi di empat kecamatan. Mereka bergerak secara berkelompok,” tandasnya.

Meski mengapresiasi penangkapan dua pelaku di wilayah Modung sebelumnya, ia menegaskan langkah tersebut baru menyentuh permukaan saja.

“Kami yakin masih banyak pelaku lain serta aktor intelektual yang belum terungkap,” lanjut Bahrudin.

Bahkan, ia menegaskan, pihak pemerintah desa siap berkolaborasi penuh dengan aparat kepolisian guna memutus rantai kejahatan ini.

Pihaknya juga berkomitmen akan kooperatif, termasuk menyerahkan warga sendiri apabila terbukti masuk dalam jaringan kriminal tersebut.

“Kami siap membantu. Jika ada warga kami yang terlibat, kami serahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku,” tegas Bahrudin. [sfn]