SURABAYA • Guna memperluas wawasan praktis serta meningkatkan kompetensi di bidang jurnalistik dan public speaking, Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Annuqayah Sumenep menggelar kunjungan industri ke Studio JTV Surabaya, Rabu (29/07/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi puluhan mahasiswa untuk merasakan secara langsung atmosfer kerja di industri media penyiaran modern.

Mereka tidak hanya belajar teori penyiaran, tetapi juga diterjunkan langsung menyimulasikan peran-peran vital di dapur redaksi.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Annuqayah, Miftahol Anwar menegaskan, agenda tersebut merupakan wujud nyata komitmen kampus, dalam menghadirkan kurikulum berbasis pengalaman lapangan.

“Kunjungan industri ke JTV Surabaya, merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga pengalaman praktik di dunia industri,” ujarnya.

Selama berada di Studio JTV, para mahasiswa berkesempatan mencoba peran sebagai pembawa acara berita (news anchor) hingga pengisi suara (voice over).

Menariknya, karya dan aksi simulasi mahasiswa tersebut langsung mendapatkan ruang penayangan secara langsung.

“Alhamdulillah, mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi dari para praktisi, tetapi juga diberi kesempatan menjadi news anchor dan mengisi voice over yang langsung ditayangkan,” ungkap Miftahol.

“Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus bukti bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Annuqayah memiliki kompetensi yang mampu bersaing,” tambahnya.

Unjuk bakat para mahasiswa ini pun menuai respons positif dari manajemen JTV Surabaya. Pihak stasiun televisi swasta regional tersebut memberikan apresiasi atas kesiapan dan kualitas performa mahasiswa Universitas Annuqayah.

Bahkan, JTV memberikan sinyal hijau dan membuka peluang kerjasama lebih lanjut bagi para mahasiswa, untuk menjadi kontributor media di daerah.

“Kami sangat bersyukur pihak JTV memberikan apresiasi terhadap kemampuan mahasiswa kami, sekaligus membuka peluang agar ke depan mereka dapat berkontribusi sebagai reporter lapangan JTV di wilayah Sumenep dan sekitarnya,” terang Miftahol.

Ia berharap, kolaborasi strategis antara lembaga pendidikan tinggi dan media massa seperti ini, dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.

“Semoga sinergi antara dunia akademik dan industri media ini terus terjalin. Hal ini penting agar kami mampu terus melahirkan lulusan yang profesional, adaptif, serta benar-benar siap bersaing di dunia kerja,” pungkasnya.

Penulis: Red
✅ Editor: Redaksi